"Financing Close TPI ini merupakan mencapaian penting setetah sebelumnya kami mencapai Financing Close untuk PT Bhimasena Power Indonesia (BPI), dan kami sangat berterima kasih atas dukungan dari PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN), semua sponsor, pemberi pembiayaan, institusi pemerintah, beserta seIumh pemangku kepentingan," kata Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk, Garibaldi Thohir, dalam sambutannya di Hotel Shangri La, Jakarta, Selasa malam (7/2/2017).
Garibaldi mengatakan, suksesnya kesepakatan pembiayaan TPl dan BPI mencerminkan komitmen yang kuat dari Adaro untuk menjadi kontributor utama di dalam mensukseskan program 35.000 MW.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini kami fokus untuk menjalankan proyek ini sesuai dengan yang direncanakan untuk meningkatkan akses terhadap listrik serta mendukung pertumbuhan Indonesia," sambung pria yang akrab disapa Boy Thohir itu.
Proyek PLTU Tabalong digarap PT Adaro Power bekerja sama dengan perusahaan asal Korea Selatan, PT East West Power Co Ltd, keduanya kemudian membentuk konsorsium dengan perusahaan baru yakni PT Tanjung Power Indonesia dengan kepemilikan saham Adaro sebesar 65%.
Total investasi untuk proyek ini sekitar US$ 545 juta dan TPI telah menyelesaikan dan mendapat komitmen pembiayaan sekitar US$ 422 juta atau setara Rp 5,48 triliun (termasuk fasilitas kontijensi sebesar US$ 13 juta) dari enam bank komersial, yaitu Korea Development Bank, The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, Ltd.β DBS Bank Ltd.β Mizuho Bank, Ltd.β Sumitomo Mitsui Banking Corporation, dan The Hong Kong Shanghai Banking Corporation Limited.
PLTU Tabalong akan menjual listrik ke PLN dibawah Perjanjian Pembelian Tenaga Listrik (PPTL) yang berlaku untuk jangka waktu 25 tahun dari dan setelah Commercial Operation Date (COD).
PPTL antara TPI den PLN telah ditandatangani pada tanggal 15 Oktober 2014. Pasokan batubara akan disediakan oleh PT Adam Indonesia.
TPI telah memulai tahapan konstruksi sejak Juni 2016, enam bulan sebelum tercapainya financial cIose, dengan menggunakan dana dari para sponsor yang memperlihatkan bukti nyata komitmen Adaro mendukung pemerintah dan PLN di dalam mensukseskan program 35.000 MW. Tahap.kontruksi ini berjalan dengan baik. Dimana kedua unit diperkirakan akan mencapai COD di semester pertama tahun 2019.
Sementara itu, Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, yang hadir dalam acara mengatakan selesainya kesepakatan pembiayaan sangat berarti karena PLTU Tabalong akan menambah daya signifikan pada kelistrikan Pulau Kalimantan yang masih defisit listrik.
"Kita patut bersyukur atas peristiwa penting ini. Paling tidak bagi Adaro, karena bagaimanapun perubahan dari agak kurang listrik dengan cukup listrik bedanya jauh," kata Darmin
"Bagi kita di Jakarta enggak bisa terlalu bayangkan listrik kurang, kalau listrik mati pernah. PLTU ini sebetulnya merupakan bagian dari Fast Track kedua yang sampai sekarang masih belum selesai," pungkas Darmin. (mca/hns)











































