Follow detikFinance
Kamis 09 Feb 2017, 18:35 WIB

DPR Ingin Dirut Baru Pertamina 'Orang Dalam' yang Profesional

Danang Sugianto - detikFinance
DPR Ingin Dirut Baru Pertamina Orang Dalam yang Profesional Foto: Michael Agustinus
Jakarta - Pemerintah baru-baru ini mencopot Direktur Utama PT Pertamina Dwi Soetjipto dan Wakil Direktur Utama Ahmad Bambang. Pencopotan kedua petinggi Pertamina tersebut lantaran adanya perselisihan di antara keduanya. Kini Yenni Andayani menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Pertamina, sedangan posisi Wadirut dihapuskan.

Dewan Komisaris Pertamina diberikan waktu 30 sejak pencopotan Dwi Soetjipto untuk mencari sosok Direktur Utama secara definitif yang direkomendasikan kepada pemerintah nantinya.

Anggota Komisi VII DPR, Dito Ganinduto, berharap agar pemerintah nantinya bisa memilih sosok yang benar-benar paham industri migas. Oleh karena itu dia meminta agar pemerintah memilih dari kalangan profesional.

"Saya harapkan yang benar-benar kerja untuk Pertamina dan mumpuni," ujarnya saat RDP dengan Pertamina di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (9/2/2017).

Dito mengaku telah mendengar isu bahwa ada beberapa orang dari luar profesional yang melamar menjadi Dirut Pertamina. Dia bahkan memandang orang tersebut sebagai tukang lobi. "Kami harapannya benar-benar profesional 100%. Karena saya denga ada bebrapa lobbyist (pelobi) yang mengincar posisi itu," ungkapnya.

Menurut Dito, sosok yang tepat sangat penting untuk mengisi kursi pucuk pimpinan Pertamina. Sebab, saat ini Pemerintah dan DPR tengah menggodok Revisi UU Migas yang salah satu tujuannya untuk memperkuat Pertamina.

"Jadi, direksi Pertamina harus benar-benar mumpuni dan harus solid. Karena kalau sudah ada UU untuk membesarkan Pertamina tapi tidak diikuti direksi yang mumpuni jadi sia-sia," tandasnya.

Anggota Komisi VII DPR lainnya, Ramson Siagian, berharap agar pemerintah memilih orang yang berasal dari internal Pertamina. Sebab sosok dari internal dinilainya telah memiliki kemampuan yang sesuai untuk memajukan Pertamina.

"Saya harapkan Dirut Pertamina dari dalam saja, dari internal. Saya pikir punya kapasitas," tuturnya.

Menurut Ramson, pemerintah harus amat berhati-hati dalam memilih Dirut Pertamina. Sebab, ketika revisi UU Migas disahkan, maka kapasitas Pertamina menjadi lebih kuat.

"Potensi RUU Migas dalam proses akan memberikan otoritas lebih besar ke Pertamina. Kemungkinan Pertamina jadi badan tersendiri di bidang migas. Saya percaya kalau bapak ibu di Pertamina betul-betul solid mnjadi team work," tutupnya. (mca/mca)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed