Direktur Pengolahan Pertamina, Toharso, mengungkapkan bahwa sepanjang 2016 telah terjadi unplanned shutdown sebanyak 35 kali di 6 kilang milik Pertamina. Hal itu menyebabkan penurunan produksi BBM Pertamina pada 2016.
"(Ada penurunan) Sedikit, mungkin 3%. Tapi tidak selalu unplanned shutdown mempengaruhi produksi," terang Toharso di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (9/2/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi tergantung kerusakannya, kalau kerusakannya berat ya bisa lebih dari satu minggu. Itu ada di Balikpapan pada awal Desember sampai 15 hari. Yang lainnya masih 3-5 hari," imbuhnya.
Sebagai langkah antisipasi, Pertamina tahun ini akan melakukan kegiatan maintenance untuk mengembalikan kondisi kilang atau yang biasa disebut Turn Around (TA). TA sendiri dilakukan untuk setiap mesin di kilang.
"Jadi TA untuk mesin bukan untuk kilang. Jadi juga tidak akan mengganggu produksi," tambahnya.
Proses TA juga tergantung dari kapasitas kilang. Jika kapasitasnya besar seperti di Balongan bisa mencapai 30-34 hari. (mca/mca)











































