"Subsidi tepat sasaran untuk 900 VA itu dimulai per Januari. Kalau tidak dilakukan maka perlu tambahan subsidi sekitar Rp 20 triliun. Alhamdulillah jadi menghemat," kata Kepala Divisi Niaga PLN, Benny Marbun, saat dihubungi detikFinance, seperti dikutip Senin (13/2/2017).
Berkat penghematan itu, pemerintah bisa mengalihkan dananya untuk membangun jaringan listrik di daerah-daerah yang belum tersentuh listrik. Benny menyebut, rasio elektrifikasi Indonesia baru mencapai 85-87%. Artinya, masih ada 15% penduduk Indonesia yang belum menikmati listrik. Tentu saja 15% penduduk ini tidak menikmati subsidi listrik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan, untuk melistriki daerah-daerah yang belum dialiri listrik dibutuhkan investasi besar misalnya bersumber dari dana tersebut. Selain itu, pemerintah juga bisa mengalihkan dana yang dihemat ke sektor lain seperti pendidikan, infrastruktur, dan kesehatan.
"Dengan bisa menghemat subsidi itu, yang semula untuk subsidi itu bisa untuk melistriki daerah yang belum ada listrik, digunakan untuk kesehatan masyarakat, pendidikan, infrastruktur dan macam-macam," ujarnya.
"Pada intinya memperkuat keuangan negara, pemerintah untuk dimungkinan belanja yang lebih besar lagi," imbuhnya. (mca/wdl)










































