Pertamina Tawarkan Kilang Bontang ke 50 Perusahaan Migas Internasional

Pertamina Tawarkan Kilang Bontang ke 50 Perusahaan Migas Internasional

Hendra Kusuma - detikFinance
Senin, 13 Feb 2017 15:15 WIB
Pertamina Tawarkan Kilang Bontang ke 50 Perusahaan Migas Internasional
Foto: Hendra Kusuma/detikFinance
Jakarta - PT Pertamina (Persero) akan mengumumkan partner (mitra) dalam membangun dan mengoperasikan Kilang Minyak Bontang, Kalimantan Timur, April tahun ini. Puluhan perusahaan sudah diajak ikut tender.

Pertamina menjadi perusahaan yang ditugaskan negara dalam membangun dan mengoperasikan Kilang Bontang melalui Kepmen ESDN Nomor 7935 K/10/MEM/2016.

Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan, pada bulan Februari ini Pertamina akan mengundang lebih dari 37 perusahaan internasional dan 20 trader.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Februari ini kita akan melakukan project expose, mitranya seperti apa, ada 37 pemilik perusahaan internasional yang kapabilitas bisa bangun kilang, dan lebih dari 20 trader migas," kata Wianda dalam acara update kinerja Pertamina 2016 dan pogres proyek Pertamina di Hulu dan Hilir di Jakarta, Senin (13/2/2017).

Pada proses projek ekspos Kilang Bontang, Wianda menuturkan, masih belum mengetahui perusahaan internasional dari mana saja yang akan diundang dalam sesi projek ekspos. Sebab, projek ekspos Kilang Bontang baru dilakukan akhir Februari tahun ini.

Mengenai porsi saham di Kilang Bontang, Pertamina dipastikan harus memiliki 55% porsi di Kilang Bontang. "Kita terbuka intuk semuanya, seperti financial investor segala macam maupun trader. Semua player kita undang," jelasnya.

Mengenai karakteristik, Wianda menuturkan, Pertamina akan mengedepankan perusahaan yang memiliki pengalaman pengoperasian di luar negaranya, memiliki kapabilitas teknis bagus dan memberikan nilai tambah bagi mitranya.

"Kan kalau sudah bermitra bisa kita cek bagaimana mitranya berpendapat tentang dia, apakah dia bawa teknlogi, kemampuan trading, jadi kalau mau kerjasama harus tahu dengan partner yang baik, dia akan memberikan nilai tambah," kata dia.

Jika sudah melakukan projek ekspos Kilang Bontang, tahapan selanjutnya, kata Wianda, para perusahaan yang diundang jika berminat akan mengajukan proposal yang diperkirakan pada pertengahan Maret sudah mendapatkan kata sepakat, sehingga pada April sudah bisa ditetapkan siapa saja yang menjadi mitra Pertamina di Kilang Bontang.

"kalau akhir Februari melakukan pengumuman, berarti mereka sudah masukin proposal di Maret, karena April sudah kita umumkan," ungkapnya.

Kepmen ESDN Nomor 7935 K/10/MEM/2016 pemerintah menetapkan kapasitas kilang minyak sebesar 300.000 barel per hari. Dari kapasitas tersebut, diharapkan dapat diproduksikan bensin mnimal sebanyak 60.000 barel per hari dan solar dengan produksi minimal 124.000 barel per hari dengan standar minimal Euro IV.

Sebelumnya, proyek Kilang Bontang menggunakan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), Pertamina janya penanggung jawab proyek kerjasama (PJPK). Kini Pertamina mendapat penugasan untuk proyek Kilang Bontang.

Pertamina juga diberikan mandat untuk mengintegrasikan kilang BBM tersebut dengan petrokimia dan dalam pelaksanaan pembangunannya dapat bekerja sama dengan badan usaha lain. Adapun, hasil produksi kilang tersebut diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads