Hal tersebut disampaikannya dalam acara Leader's Talk di hadapan ratusan karyawan PGN di Kantor Pusat PGN, Jakarta, Jumat (17/2/2017).
"Jadi kalau PGN tambah besar, harus bisa lebih efisien operasinya. Karena nanti kompetisinya makin berat. PGN itu kan enggak bisa harga gasnya ditentukan oleh PGN sendiri," tutur Jonan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini juga sedang diterapkan pemerintah guna memenuhi kebutuhan listrik di ribuan desa yang ada di seluruh Indonesia. Ada 2.500 desa di Indonesia yang saat ini tidak memiliki listrik sama sekali sejak Indonesia merdeka. Pemerintah memiliki target hingga 2019, desa-desa ini bisa teraliri oleh listrik.
Untuk menjamin kemampuan masyarakat membeli listrik tersebut, pemerintah pun menginginkan adanya pemanfaatan energi yang murah sekaligus ramah lingkungan.
"Kita lagi kejar ini sampai 2019. Kira-kira itu ada 3,5 juta KK, kalau dihitung jumlah orang itu ada 8 sampai 9 juta orang," ucap Jonan.
"Nanti kalau sudah ada listriknya, jangan sampai orangnya tidak mampu beli listrik karena mahal. Makanya harga listrik harus sekompetitif mungkin. Kalau bisa listrik itu enggak naik lagi lah. Kalau bisa per kWh itu turun 1 rupiah saja setiap tahunnya. So, the game is cost efficiency," pungkasnya. (mca/mca)











































