Menurutnya, selain hal tersebut, dalam meningkatkan investasi pembangunan EBT di dalam negeri, pemerintah juga perlu melakukan beberapa hal lainnya.
"Caranya misalnya jadwal lelangnya jelas, ada kemudahan investasi, pajak rendah penugasan off taker yang jelas, dan lainnya," katanya dalam jumpa pers di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (20/2/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah juga mendorong pengembangan EBT di wilayah Jawa. Misalnya saja panas bumi yang menyimpan potensi besar.
"Khusus untuk geothermal, memang ketika di Jawa, karena BPP nya relatif kecil, perlu strategi khusus seperti efisiensi dan insentif yang bisa membuat panas bumi di Jawa juga bisa berkembang. Misalnya ppH yang semula 25% jadi 10%," ungkap Yunus.
"Tapi karena ini belum tahu (insentifnya) maka kebijakan untuk tahun depan, khususnya di geothermal akan kita segera buat. Ini juga berpotensi di Sumatera utara, NTT dan sulbar juga bisa masuk. Misal di Sumut ada Sarula 1, 2 dan 3 itu bisa dikembangkan," pungkasnya. (hns/hns)











































