Direktur Jenderal Bea Cukai, Heru Pambudi mengatakan, pemerintah menetapkan penerimaan dari bea keluar dalam APBN 2017 sebesar Rp 340 miliar. Jumlah ini sendiri tidak memasukkan bea dari ekspor tembaga.
"Target bea keluar kita Rp 340 miliar pada APBN tahun 2017. Ini tanpa tambahan dari sektor minerba," ujar Heru saat ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa (21/2/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Heru menjelaskan, jumlah bea keluar yang disetorkan PT Freeport Indonesia pada 2016 mencapai Rp 1,2 triliun. Jika Freeport benar-benar tidak bisa mendapatkan ekspornya, maka negara akan kehilangan potensi penerimaan sebesar sepanjang waktu Freeport dilarang melakukan ekspor.
"Memang kalau dilihat tahun kemarin, dari Freeport itu Rp 1,2 triliun. Asumsi kan rata-rata sebulan sekitar Rp 100 miliar. Sehingga kita bisa hitung secara sederhana, kalau misalnya ada keputusan bulan ini, bulan depan, ya tinggal kita hitung. Nanti pemerintah kira-kira dengan asumsi kuota tarifnya seperti yang sekarang, dan kuotanya tahun kemarin, kira-kira tidak akan jauh beda dengan angka tahun kemarin," ujar Heru.
"Tapi kalau nanti ekspor dikeluarkan, dari sisi bea cukai akan bertambah. Karena asumsi dari Bea Cukai yang kita tetapkan tahun kemarin untuk target 2017 tanpa ada ekspor minerba. Misalnya ekstrem nih, enggak ada ekspor, ya enggak ada masalah," pungkasnya. (wdl/wdl)











































