Freeport Berhenti Ekspor, Dirjen Bea Cukai: Tak Ada Masalah

Freeport Berhenti Ekspor, Dirjen Bea Cukai: Tak Ada Masalah

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Selasa, 21 Feb 2017 15:25 WIB
Freeport Berhenti Ekspor, Dirjen Bea Cukai: Tak Ada Masalah
Foto: Humas Bea Cukai
Jakarta - PT Freeport Indonesia (PTFI) telah berhenti mengekspor konsentrat tembaganya sejak berakhirnya waktu izin ekspor, yaitu 12 Januari 2017 lalu. Lantas bagaimana dampaknya terhadap penerimaan negara dari bea keluar?

Direktur Jenderal Bea Cukai, Heru Pambudi mengatakan, pemerintah menetapkan penerimaan dari bea keluar dalam APBN 2017 sebesar Rp 340 miliar. Jumlah ini sendiri tidak memasukkan bea dari ekspor tembaga.

"Target bea keluar kita Rp 340 miliar pada APBN tahun 2017. Ini tanpa tambahan dari sektor minerba," ujar Heru saat ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa (21/2/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Justru bea keluar kita kalau nanti ekspornya sudah dikeluarkan, dari sisi bea keluarnya akan nambah. Karena asumsi dari bea keluar yang kita tetapkan tahun kemarin untuk target 2017, itu tanpa ada ekspor minerba. Sehingga kalau misalnya ini (Freeport) enggak ada ekspor, juga enggak ada masalah," tambahnya.

Heru menjelaskan, jumlah bea keluar yang disetorkan PT Freeport Indonesia pada 2016 mencapai Rp 1,2 triliun. Jika Freeport benar-benar tidak bisa mendapatkan ekspornya, maka negara akan kehilangan potensi penerimaan sebesar sepanjang waktu Freeport dilarang melakukan ekspor.

"Memang kalau dilihat tahun kemarin, dari Freeport itu Rp 1,2 triliun. Asumsi kan rata-rata sebulan sekitar Rp 100 miliar. Sehingga kita bisa hitung secara sederhana, kalau misalnya ada keputusan bulan ini, bulan depan, ya tinggal kita hitung. Nanti pemerintah kira-kira dengan asumsi kuota tarifnya seperti yang sekarang, dan kuotanya tahun kemarin, kira-kira tidak akan jauh beda dengan angka tahun kemarin," ujar Heru.

"Tapi kalau nanti ekspor dikeluarkan, dari sisi bea cukai akan bertambah. Karena asumsi dari Bea Cukai yang kita tetapkan tahun kemarin untuk target 2017 tanpa ada ekspor minerba. Misalnya ekstrem nih, enggak ada ekspor, ya enggak ada masalah," pungkasnya. (wdl/wdl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads