Dapat Izin Ekspor Konsentrat dari Pemerintah, Ini Kata AMNT

Dapat Izin Ekspor Konsentrat dari Pemerintah, Ini Kata AMNT

Michael Agustinus - detikFinance
Jumat, 24 Feb 2017 15:57 WIB
Dapat Izin Ekspor Konsentrat dari Pemerintah, Ini Kata AMNT
Foto: Eduardo Simorangkir
Jakarta - PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) telah mendapatkan perpanjangan izin ekspor dari Pemerintah. Rekomendasi ekspor sebelumnya dikeluarkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada tanggal 17 Februari 2017 dan kemudian Kementerian Perdagangan mengeluarkan izin ekspor konsentrat tembaga dengan jumlah ekspor sebesar 675.000 WMT.

AMNT menyatakan sangat menghargai kerja sama dengan pemerintah melalui Kementerian ESDM dan Kementerian Perdagangan untuk menyelesaikan proses permohonan rekomendasi dan perpanjangan izin ekspor konsentrat dari area pertambangan Batu Hijau.

"AMNT akan segera melanjutkan kegiatan ekspor dan meneruskan operasi tambang di Batu Hijau secara normal," ujar Presiden Direktur AMNT, Rachmat Makkasau, dalam keterangan tertulis kepada media, Jumat (24/2/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami juga sangat berharap untuk dapat terus bekerja sama dengan pemerintah dalam mewujudkan tujuan yang sama, yaitu keberlangsungan operasi dan nilai tambah tambang AMNT sebagai salah satu penunjang perkembangan ekonomi dalam negeri secara jangka panjang seperti yang telah kami sampaikan kepada pemerintah pusat dan daerah, terutama dukungan Pemerintah dalam mempermudah dan menunjang investasi kami di masa mendatang," imbuh Rachmat Makkasau.

Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), sebelumnya PT Newmont Nusa Tenggara, adalah tambang tembaga dan emas yang beroperasi berdasarkan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). Sejak mulai melaksanakan operasi secara penuh di Indonesia pada tahun 2000, AMNT telah berkontribusi lebih dari Rp 100 triliun berupa pembayaran pajak dan non-pajak, royalti, gaji karyawan, pembelian barang dan jasa dalam negeri, serta pembayaran deviden kepada para pemegang saham nasional. AMNT saat ini mempekerjakan sekitar 4.000 karyawan dan 3.500 kontraktor. (mca/dna)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads