Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina, Rachmad Hardadi, mengungkapkan seluruh produksi solar tersebut nantinya akan diperuntukkan untuk ekspor. Sementara untuk produk bensin dan avtur, seluruhnya akan diserap oleh Pertamina.
"Proyek ini BBM bensin dan avtur 100% akan dibeli Pertamina. Tapi untuk diesel atau solar dari kilang Bontang, 100% akan diekspor. Produk diesel total untuk ekspor ke luar negeri," kata Hardadi di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Selasa (28/2/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, selama ini baik Filipina maupun Australia, rutin membeli solar dari Singapura. Kelebihan solar Bontang sendiri yakni pada biaya pengiriman yang lebih murah lantaran kedekatan geografis, serta kualitasnya yang sudah Euro 5.
"Seluruhnya Euro 5. Kemudian ini kan sangat dekat dengan Filipina dan Australia, kebutuhan solar dan avtur di sana sangat terbuka, karena trader di sana mengambil solar dari Singapura. Sementara kita lebih dekat, harga pun mengikuti harga market. Bahkan sudah ada yang minta kontrak middle dan long term agreement daripada mereka mengambil dari Singapura," ujar Hardadi. (idr/hns)











































