90.000 Keluarga di Daerah Terpencil Dapat Sambungan Listrik Gratis

90.000 Keluarga di Daerah Terpencil Dapat Sambungan Listrik Gratis

Michael Agustinus - detikFinance
Kamis, 02 Mar 2017 15:37 WIB
90.000 Keluarga di Daerah Terpencil Dapat Sambungan Listrik Gratis
Foto: Fadhly Fauzi Rachman
Jakarta - PT PLN (Persero) menuturkan ada banyak warga miskin di daerah terpencil yang tak mampu membayar biaya penyambungan listrik ke rumahnya. Padahal, jaringan listrik PLN sudah sampai di depan rumahnya.

Biaya pemasangan sambungan listrik ke rumah sebesar Rp 600.000 itu akhirnya ditalangi oleh PLN supaya masyarakat tidak mampu di daerah terpencil juga bisa menikmati listrik, seperti halnya penduduk di kota-kota besar.

"Tiap keluarga kan biaya pemasangannya Rp 600.000 untuk 450 VA, nah itu mereka enggak bisa bayar. Tapi bayar bulanannya Rp 20.000 bisa. Untuk masang pertamanya enggak ada, padahal listriknya sudah sampai di depan rumah. Biaya pemasangan Rp 600.000 ini yang ditalangi PLN," ujar Direktur Utama PLN, Sofyan Basir, saat ditemui di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Kamis (2/3/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam 2 tahun terakhir ini, PLN telah melistriki kurang lebih 900.000 keluarga di wilayah terluar, terpencil, dan terisolasi. Sekitar 90.000 keluarga di antaranya tergolong tidak mampu. Biaya penyambungan listrik ke rumah mereka ditanggung oleh PLN.

"Di daerah terpencil, hampir 900.000 KK yang 2 tahun ini kita listriki. Itu mungkin 10% gratis karena enggak punya uang untuk pemasangan," ucapnya.

Selain dari PLN, perusahaan-perusahaan pelat merah lain juga membantu warga miskin di daerah terpencil supaya bisa berlangganan listrik PLN.

"Kemarin kami dibantu juga CSR (Corporate Social Responsibility) dari BUMN-BUMN lain, kita sendiri PLN juga melakukan itu. Kita gabung, ada bank, ada BUMN tambang, yang menyisihkan untuk itu," ungkap Sofyan.

Tapi tak semua warga miskin mendapat sambungan gratis. Ada juga yang mencicil biaya sambungan listrik selama 24 bulan. "Solusi lain, mereka bayar tapi cicil 24 bulan," tutupnya. (mca/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads