Penyebab lonjakan harga ini adalah pemangkasan produksi batu bara di China. Negeri Tirai Bambu itu mengurangi produksi batu baranya sebesar 4,2%.
Produksi batu bara China mencapai 3,6 miliar ton per tahun, dipangkas sekitar 151 juta ton. Kebijakan ini dibuat oleh pemerintah China untuk mengerek naik harga batu bara, membantu industri batu bara di dalam negeri mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dampaknya, sebenarnya ada sedikit kenaikan. Masih tipis lah, masih bisa kita cover. Jadi kami tidak naikkan tarif listrik," kata Direktur Utama PLN, Sofyan Basir, saat ditemui di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Kamis (2/3/2017).
Sofyan mengungkapkan, kenaikan harga batu bara dapat diredam PLN berkat efisiensi-efisiensi. BPP listrik PLN tetap turun di tengah tingginya harga batu bara.
"Sekarang batu bara walaupun naik, karena CF (Capacity Factor) dan perawatan lebih baik, BPP tetap turun," ucapnya.
PLN berhasil menekan BPP listrik karena meningkatkan capacity factor dan melakukan perawatan mesin-mesin dengan lebih baik.
"Efisiensi yang kita lakukan, capacity factor mesin-mesin naik, perawatannya lebih baik, itu membuat BPP turun," tutupnya. (mca/dna)











































