"Investasi total kira-kira hampir Rp 1 triliun, untuk gardu induk dan sambungannya Rp 850 miliar dan pembebasan tanahnya kira-kira Rp 150 milar," kata Direktur Bisnis Regional Jawa Barat, Murtaqi Syamsuddin, di kelurahan Bojong Rawalumbu, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (3/2/2017).
Sumber dana untuk proyek tersebut berasal dari internal PLN. Sebanyak Rp 850 miliar digunakan untuk pembangunan proyek sekaligus infrastrukturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka adalah kontraktornya konsorsium PT Twink Indonesia dan PT Siemens Indonesia. Mereka suplai teknologi, suplai GIS, suplai peralatan-peralatan proteksi, switch gear, baja yang akan datang September," ujarnya.
Murtaqi mengatakan, keunggulan penggunaan teknologi ini untuk memghemat penggunaan lahan yang sulit dibebaskan di wilayah perkotaan. Serta untuk menghemat biaya pembebasan lahan.
"Dengan adanya ini bisa menghemat lahan yang dibutuhkan. Kan kita tahu lahan di perkotaan yang seperti ini kan sudah sulit ya untuk mendapatkan lahannya. Dengan adanya ini lebih efisien dan realible, lebih eifisien dari sisi penggunaan tanah dan lebih handal dari teknologinya," ujarnya.
Selain itu, ada dana Rp 150 miliar yang digunakan untuk membebaskan lahan di lokasi yang sebelumnya merupakan pemukiman warga. Dana tersebut juga digunakan untuk membebaskan sebagian ruang kelas sebuah sekolah kejuruan di sekitar.
"SMK 8 ada penggantian lahan dan pindah kita membangunkan lokasi. Lokasimya sudah disepakati dengan Walkot hanya 3 kelas," ujar Murtaqi.
Sementara itu, General Manager PLN UIP JBB, Robert Aprianto Purba, mengatakan tadinya area yang dibangun sebelumnya ditinggali 124 tempat tinggal. Saat ini sisa 9 kepala keluarga yang dalam proses penyelesaian administrasi.
"Setelah kita sosialisasi dibantu oleh BPN kota Bekasi maka masih ada 9 lagi warga kita yang sudah dalam proses melengkapi berkas-berkas. Harganya sudah sepakat tinggal administrasi saja," kata Robert. (wdl/wdl)











































