Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 04 Mar 2017 08:45 WIB

Mau Tambah Impor LPG dari Iran, RI Minta Diskon

Michael Agustinus - detikFinance
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Delegasi pemerintah Indonesia yang dipimpin Menko Perekonomian Darmin Nasution melakukan kunjungan kerja ke Iran pada 24-28 Februari 2017. Salah satu kerja sama yang dijajaki adalah penambahan impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) dari Iran.

Saat ini dari total impor LPG sebesar 5 juta ton per tahun, 500.000 ton di antaranya berasal dari Iran. Dirjen Migas Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja, mengungkapkan ada rencana meningkatkan impor LPG dari Iran hingga 1 juta ton, tapi Indonesia meminta diskon.

"Kemarin kita diskusi untuk beli lebih banyak lagi dari Iran untuk menambah impor, tapi dengan harga yang kalau bisa diskon. Kalau bisa 1 juta ton, arahnya ke sana," kata Wiratmaja kepada detikFinance, Sabtu (4/3/2017).

Jika Iran mau memberi potongan harga, impor LPG dari negara lain akan dikurangi dan dari Iran ditambah.

"LPG saat ini kita paling banyak beli dari Saudi Aramco," ucapnya.

Di samping penjajakan tambahan impor LPG, kunjungan pemerintah Indonesia ke Iran ini adalah untuk mendukung PT Pertamina (Persero) mengelola 2 lapangan minyak di Iran, yaitu Lapangan Ab-Teymour dan Mansouri.

Pertamina telah menyerahkan proposal usulan pengembangan kedua lapangan itu kepada National Oil Iranian Company (NIOC).

Baca juga: Pertamina Incar 2 Lapangan Minyak di Iran

2 lapangan tersebut memiliki cadangan minyak terbukti (proven reserve) hingga 3 miliar barel, hampir sama dengan cadangan minyak terbukti yang di Indonesia saat ini.

Jika Pertamina bisa mendapatkan hak kelola atas 2 lapangan minyak di Iran ini, tentu akan memperkuat ketahanan energi nasional. Sebagian dari produksi minyak di sana bisa dibawa pulang untuk memenuhi kebutuhan di Indonesia.

"2 lapangan di Iran cadangannya hampir sama dengan total cadangan kita se-Indonesia," tukas Wiratmaja.

Baca juga: Cadangan Minyak RI Cuma Setara 2 Lapangan di Iran

Rencananya, Pertamina akan menggandeng partner lokal dari Iran untuk mengelola Lapangan Ab-Teymour dan Mansouri. Targetnya, produksi minyak dari kedua lapangan itu dapat mencapai 300.000 barel per hari (bph). (mca/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com