Kementan Sebut Ada Kartel Cabai Rawit Merah, Ini Buktinya

Kementan Sebut Ada Kartel Cabai Rawit Merah, Ini Buktinya

Yulida Medistiara - detikFinance
Senin, 06 Mar 2017 15:54 WIB
Kementan Sebut Ada Kartel Cabai Rawit Merah, Ini Buktinya
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) menyebut ada kartel yang bermain sehingga harga cabai rawit merah melonjak. Apa indikasi terjadinya kartel itu?

"Saya melihat ada indikasi yang sedikit aneh. Pertama, kok secara bersama ada enam perusahaan beli order kepada pengepul besar seharga Rp 180.000/kg. Itu kan jadi menarik, tidak salah pedagang itu tidak salah. Yang salah itu kalau ada mufakat bersama," kata Spudnik, di kantornya, Senin (6/3/2017).

Spudnik menjelaskan,sejak awal Januari lalu harga cabai rawit merah tidak kunjung turun. Padahal, pasokan di beberapa pasar induk seperti Pasar Induk Tanah Tinggi, Pasar Induk Cibitung, stabil di angka 40 ton per hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Mentan: Tindak Tegas Pelaku Kartel Cabai, Jangan Beri Ampun!

"Harga ini tidak turun walau pasokannya sudah bertambah. Cibitung dan Tanah Tinggi itu pasokan stabil 40 ton per hari. Yang menarik kenapa Kramat Jati rendah padahal jadi pusat sentral pasokan," ujarnya.

Ia menegaskan naiknya harga tersebut bukan karena penimbunan cabai. Namun, karena adanya kesepakatan untuk menjaga harga di tingkat tinggi.

"Ini bukan menimbun, tapi sepakat untuk menjaga harga tinggi, sehingga hari ini pun susah," kata Spudnik.

Baca juga: Kementan Gandeng KPPU Ungkap Kartel Cabai Rawit Merah (hns/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads