Ada dua aksi unjuk rasa yang dilakukan dalam waktu bersamaan, yakni demo yang dilakukan karyawan PT Freeport Indonesia (PTFI) menuntut pemerintah tetap mempertahankan status Kontrak Karya, yang dilakukan di sisi utara Kementerian ESDM, yakni Jalan Medan Merdeka Selatan.
Sementara hanya berjarak sekitar 100 meter yakni di sisi barat Kementerian ESDM, tepatnya d Jalan MH Thamrin, juga terjadi demo. Meski masih sama-sama soal Freeport, aksi yang digawangi Gerakan Mahasiswa Indonesia Timur Bersatu ini menuntut sebaliknya, yakni meminta pemerintah menasionalisasi tambang Freeport 100%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tambang Grasberg Papua merupakan kekayaan alam Indonesia, yang semestinya dikelola sendiri oleh Bangsa Indonesia," kata El Hakim, Koordinator Aksi Mahasiwa Indonesia Timur, Selasa (7/3/2017).
Para mahasiswa ini datang pada pukul 11.00 WIB. Sementara karyawan Freeport sudah berorasi dan bernyanyi di depan Kementerian ESDM sejak pukul 09.00 WIB.
Lantaran ada dua aksi unjuk rasa yang bertentangan di lokasi yang berdekatan ini, polisi terpaksa membuat pengamanan ekstra ketat agar kedua massa aksi tak saling bertemu.
Suasana bertambah panas saat massa dari karyawan Freeport berkeras ingin berpindah tempat ke sisi Jalan Thamrin tempat mahasiswa berorasi anti Freeport. Para karyawan yang datang langsung dari Kabupaten Mimika ini menganggap, aksi demo akan lebih didengar jika berada di gerbang depan yang berada di Thamrin. Karena gerbang di sisi Jalan Medan Merdeka merupakan pintu belakang Kementerian ESDM.
Demo Anti Freeport |
Massa dari karyawan Freeport kemudian bergerak ke sisi Barat setelah unjuk rasa mahasiswa bubar. Suasana lalu lintas sendiri masih lancar lantaran tidak banyak kendaraan yang melintas di Jalan Thamrin maupun Jalan Medan Merdeka Selatan. (idr/mca)












































Demo Anti Freeport