Koordinator Gerakan Solidaritas Peduli Freeport, Maikel Adi, mengatakan akibat buntunya negosiasi pemerintah dengan perusahaan tempatnya bekerja, berimbas pada operasi tambang Grasberg berhenti beroperasi. Kondisi ini merembet pada dirumahkannya ribuan karyawan Freeport.
"Kita sudah dirumahkan atau tidak bekerja lagi, jumlahnya per hari ini 1.500 orang. Yah menganggur," kata Maikel kepada detikFinance di lokasi demo, Selasa (7/3/3017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu yang dirumahkan sementara, jadi akan terancam PHK kalau sampai sudah kondisi force majeure (keadaan memaksa)," jelas Maikel yang saat ini bekerja sebagai Superintendent Geotechnical Engineering di tambang bawah tanah Freeport ini.
Angka pegawai langsung dari Freeport yang dirumahkan itu, lanjutnya, belum menghitung karyawan yang dirumahkan dan sudah di-PHK oleh perusahaan-perusahaan kontraktor Freeport di Kabupaten Mimika.
Data Freeport mencatat, jumlah tenaga kerja yang terserap di tambang Grasberg mencapai 33.452 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 12.184 orang merupakan karyawan langsung Freeport. Rinciannya sebanyak 7.652 orang non Papua, 4.357 orang asli Papua, dan sisanya 175 orang merupakan pekerja asing. (idr/mca)











































