Pekerja Freeport Temui Luhut, Keadaan Sempat Panas

Pekerja Freeport Temui Luhut, Keadaan Sempat Panas

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Kamis, 09 Mar 2017 15:34 WIB
Foto: Fadhly F Rachman
Jakarta - Belasan karyawan PT Freeport Indonesia (PTFI) mendatangi kantor Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan pada hari ini, Kamis (9/3/2017).

Mereka telah datang sejak pukul 10.50 WIB, namun baru bisa bertemu dengan Luhut sekitar pukul 13.40 WIB. Luhut turun dari ruangannya bersama dengan Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono dan Menteri PPN Bambang Brodjonegoro yang hendak pergi ke Istana.

Begitu bertemu, Luhut pun meminta para pekerja asal Papua itu untuk bicara langsung ke inti persoalan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pembicaraan itu, para pekerja menyampaikan berbagai hal yang disampaikan kepada Luhut. Mereka berbincang di lantai dasar selama kurang lebih 20 menit.

"Kami ingin sampaikan unek-unek tentang IUPK (Izin Usaha Pertambangan Khusus). Ada sejumlah karyawan. Jika proyek mereka tutup maka tidak ada pekerjaan," ungkap para pekerja kepada Luhut.

"Begini, nanti sore lah kita ketemu. pemerintah tidak akan pernah menekan rakyatnya. Saya harap itu tidak terlalu lama untuk selesai," jawab Luhut.

Namun, para pekerja pun mengatakan, mereka tak bisa menunggu lebih lama karena harus pulang ke Papua. Akhirnya, Luhut pun bersedia untuk melanjutkan perbincangan dengan para pekerja.

Tak lama berbincang, keadaan sempat sedikit memanas, ketika salah mereka bertanya dan meminta Luhut untuk datang melihat keadaan di Papua, namun dengan nada tinggi. Luhut pun membalas dengan nada tinggi.

"Kita akan berencana ke sana. Kau jangan marah-marah. Jangan marah-marah ke saya. Saya sudah tua," kata Luhut dengan nada tinggi.

"Kalian sudah saya bilang untuk bertemu jam 5, jam setengah 2 ini saya ada rapat dulu. Kamu jangan marah-marahi saya. Saya mau bantu kalian," sambung Luhut.

Tak lama kemudian, Luhut akhirnya pergi meninggalkan belasan pekerja Freeport tersebut, karena dijadwalkan mengikuti rapat di Istana Negara. (wdl/wdl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads