Follow detikFinance
Selasa 14 Mar 2017, 14:28 WIB

Jonan: BBG Sukses Kalau Dipakai Kendaraan Pribadi

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Jonan: BBG Sukses Kalau Dipakai Kendaraan Pribadi Foto: Fadhly Fauzi Rachman/detikFinance
Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, menilai ukuran sukses pemanfaatan dari Bahan Bakar Gas (BBG) adalah apabila digunakan untuk kendaraan pribadi atau mobil pribadi. Selama ini, yang banyak menggunakan BBG hanyalah bajaj atau TransJakarta.

Jonan pun mengungkapkan alasan dirinya tak hadir dalam acara kampanye bahan bakar gas (BBG) yang digelar pada Senin,13 Maret lalu. Menurutnya, kampanye tersebut belum mencerminkan pemanfaatan BBG yang optimal. Sebab, kata dia, jumlah bajaj yang ada masih tergolong rendah dibandingkan kendaraan pribadi.

"Kalau sekarang ini kan kampanyenya itu menurut saya setengah pura-pura, makanya kemarin enggak mau datang. Kampanyenya pakai bajaj, sedangkan jumlah bajaj di Jakarta ada berapa?" ungkap Jonan di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Selasa (14/3/2017).

Untuk TransJakarta saja, Jonan mencatat, setidaknya ada sebanyak 4.000 armada bus yang digunakan. Namun tidak semua armada menggunakan BBG.

"Ini masih terlalu kecil. Ini kalau mau dianggap sukses kalau private users yang akan pakai, kalau enggak, enggak ada gunanya," ujar dia.

Bahkan ia mengatakan, sebetulnya moda trasportasi kereta api juga bisa menggunakan BBG sebagai sumber daya utamanya, namun hanya untuk kereta api yang berada di wilayah sepi penduduk saja, untuk meminimalisir keadaan yang tidak diinginkan. Untuk saat ini, kata Jonan, penggunaan BBG di kereta api hanya dimanfaatkan untuk pengatur suhu dan penerangan.

"Sekarang sebagian jalan untuk pengatur suhu dan penerangan bukan untuk lokomotifnya. Pengganti saya tanya bagaimana coba? Tapi kalau kereta api di Jawa mungkin safety-nya karena kalau kecelakaan korbannya bisa luar biasa karena penggunaan lokomotif berbahan bakar gas di dunia operasinya di lintas yang jarang penduduknya, seperti trans Siberia dan Kanada. Tapi kalau penduduknya padat kalau kecelakaan wah itu," kata Jonan.

"Konsumsinya enggak besar ya. Kereta api pakai minyak solar berapa kiloliter? 180.000 kiloliter setahun. Kecil sekali. Tapi kalau itu bisa mengurangi penggunaan solar biosolar 48 dan premium RON 88 mungkin bagus," tutupnya. (wdl/wdl)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed