RI Bidik Investasi Pembangkit Listrik US$ 200 Juta Dari Korsel

RI Bidik Investasi Pembangkit Listrik US$ 200 Juta Dari Korsel

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Selasa, 14 Mar 2017 15:02 WIB
RI Bidik Investasi Pembangkit Listrik US$ 200 Juta Dari Korsel
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) hari ini mengadakan acara Indonesia-Korea Business Summit, sebuah forum bisnis yang diharapkan dapat mempererat kerja sama investasi antara Korea Selatan dan Indonesia.

Kepala BKPM, Thomas Lembong, mengatakan akan ada beberapa nota kesepahaman investasi di bidang infrastruktur pembangkit listrik, yang akan ditandatangani oleh investor asal negeri ginseng tersebut. Nilainya mencapai US$ 200 juta.

"Jadi minggu ini ekspektasi saya, itu di sektor infrastruktur pembangkit listrik. Akan ada beberapa MoU yang akan diteken. Nilainya kira-kira US$ 200 juta," katanya, saat ditemui di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (14/3/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski enggan menjelaskan lebih jauh mengenai komitmen investasi tersebut, Lembong mengaku minat investor Korea Selatan cukup tinggi untuk berinvestasi di Indonesia. Meskipun investasi Korea Selatan di Indonesia masih didominasi oleh sektor-sektor manufaktur seperti baja, garmen, dan petrokimia.

"Kita akan dorong kembangkan sektor-sektor baru. Besar sekali kan peluangnya di pariwisata dan tren di Asia Pasifik itu kelas menengah semakin punya daya beli. Jadi pariwisata sangat menjanjikan, kemudian industri kreatif," tutur dia.

"Meskipun kecil, tapi kan padat karya. Istilahnya high quality jobs, jadi lapangan kerja yang nilai tambahnya tinggi, gajinya juga tinggi, harus terlatih, dan artistik," pungkasnya. (wdl/wdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads