Kepala BKPM, Thomas Lembong, mengatakan akan ada beberapa nota kesepahaman investasi di bidang infrastruktur pembangkit listrik, yang akan ditandatangani oleh investor asal negeri ginseng tersebut. Nilainya mencapai US$ 200 juta.
"Jadi minggu ini ekspektasi saya, itu di sektor infrastruktur pembangkit listrik. Akan ada beberapa MoU yang akan diteken. Nilainya kira-kira US$ 200 juta," katanya, saat ditemui di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (14/3/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita akan dorong kembangkan sektor-sektor baru. Besar sekali kan peluangnya di pariwisata dan tren di Asia Pasifik itu kelas menengah semakin punya daya beli. Jadi pariwisata sangat menjanjikan, kemudian industri kreatif," tutur dia.
"Meskipun kecil, tapi kan padat karya. Istilahnya high quality jobs, jadi lapangan kerja yang nilai tambahnya tinggi, gajinya juga tinggi, harus terlatih, dan artistik," pungkasnya. (wdl/wdl)











































