Sementara, kebutuhan saat beban puncak mencapai 518 MW. Tapi, kenapa PLN mengimpor listrik dari Malaysia untuk memenuhi kebutuhan listrik di Kalbar?
"Karena harganya yang murah. Di sana malaysia harganya 1.125/kWh. Mereka murah karena pakai air," ungkap General Manager PLN Kalimantan Barat, Bima Putrajaya di Mempawah, Kalbar, Jumat (17/3/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh sebab itu, Bima mengatakan, salah satu tujuan dari dibangunannya Mobile Power Plant (MPP) Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) dengan daya 100 Megawatt (MW) yang ada di Mempawah, ialah untuk menjaga ketahan energi yang ada. Dan tidak terus bergantung pada Malaysia.
"Jadi intinya, kita ambil listrik itu hanya mengincar murahnya. Tapi kita sebenarnya mampu, listrik sudah cukup. Kalau dari sana (listrik Malaysia) putus, ini (MPP PLTG) jalan enggak masalah," tuturnya.
(hns/hns)











































