Berbagai atribut digunakan para pendemo. Mulai dari koteka, ikat kepala khas Papua, tas berlambang bintang, bahkan ada juga yang mengecat seluruh badannya dengan motif bintang.
Para demonstran menuntut tambang Freeport di Papua ditutup saja. Menurut para pendemo, keberadaan Freeport tak memberi manfaat bagi rakyat Papua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Demonstran juga menuntut pemerintah Indonesia untuk melaksanakan refrendum di Papua. "Berikan hak untuk menentukan nasib sendiri bagi bangsa West Papua," ujarnya.
Hingga pukul 15.45 WIB, tak ada seorang pun perwakilan dari PT Freeport Indonesia yang menemui para demonstran.
Demonstrasi berjalan dengan tertib, tak menutup ruas jalan, dan bubar pada pukul 15.45 WIB. Polisi yang ikut menjaga demo pun meninggalkan lokasi, masuk ke Plaza 89. (mca/ang)











































