Direktur Bisnis Regional Sulawesi dan Nusa Tenggara PLN, Machnizon Masri, mengatakan kabel listrik bawah laut 20 kV sepanjang 2,4 kilometer sirkit (kms) akan dibangun untuk melistriki pulau tersebut. Pembangunannya sendiri ditargetkan akan selesai pada bulan Desember 2017.
"Nantinya jaringan listrik di Gili Gede akan terinterkoneksi dengan Sistem Kelistrikan Lombok. Investasinya memang tidak kecil, Rp 23 milyar, tetapi ini kebutuhan, masyarakat harus kita listriki, rasio elektrifikasi harus terus ditingkatkan," ucap Machnizon dalam keterangan tertulis, Rabu (22/3/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gili Gede yang sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai nelayan dan budidaya ikan, juga manjadi bagian dari tujuan wisata di NTB. Beberapa penduduk yang memiliki homestay bagi wisatawan luar negeri, menggunakan genset untuk memenuhi kebutuhan listriknya.
Selain untuk melistriki penduduk Gili Gede, dengan adanya kabel bawah laut ini membuat listrik di Gili Gede sangat andal, cukup untuk melistriki bisnis pariwisata disana sehingga investor dinilai tidak perlu khawatir dengan masalah listrik di Gili tersebut.
"Potensi wisata Gili Gede ini bagus, PLN akan mendukung ketersediaan listrik di sana agar pariwisata di sana semakin maju," tegas Machnizon.
Sejalan dengan pernyataan PLN, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BKPM-PT) Provinsi NTB, H. Lalu Gita Aryadi juga menyatakan dukungannya kepada PLN untuk membangun kabel bawah laut di Gili Gede. Ia menilai, pembangunan kabel laut ini akan meningkatkan pariwisata dan kesejahteraan masyarakat NTB.
"Listrik ini penting untuk percepatan realisasi investasi, sehingga ekonomi masyarakat sekitar bisa meningkat juga, angka kemiskinan berkurang," kata Lalu Gita. (mca/ang)











































