Proyek PLTU 2x3 MW di Perbatasan RI-Filipina Dipercepat

Proyek PLTU 2x3 MW di Perbatasan RI-Filipina Dipercepat

Michael Agustinus - detikFinance
Rabu, 22 Mar 2017 17:50 WIB
Proyek PLTU 2x3 MW di Perbatasan RI-Filipina Dipercepat
Foto: Michael Agustinus-detikFinance
Jakarta - PLN mempercepat pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Talaud 2x3 MW, salah satu PLTU skala kecil yang sedang dibangun oleh PLN dan berlokasi di Desa Tarun, Kecamatan Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Kepulauan Talaud adalah wilayah Indonesia paling utara yang berbatasan langsung dengan Filipina.

"Kami targetkan PLTU Talaud 2x3 MW yang berada di daerah paling utara di Indonesia ini menjadi PLTU skala kecil pertama di Indonesia yang akan beroperasi. Unit pertama akan Commercial Operating Date (COD) di kuartal IV Tahun 2017 ini," kata Direktur Bisnis Regional Sulawesi dan Nusa Tenggara PLN, Machnizon Masri, dalam keterangan tertulis, Rabu (22/3/2017).

Machnizon baru saja meninjau langsung progres pembangunan PLTU Talaud pada Selasa (21/3/2017) sore. Kepala Divisi Konstruksi PLN Sulawesi dan Nusa Tenggara, Hakim Nawawi, GM PLN UIP Sulawesi Bagian Utara Octavianus Padudung, dan GM PLN Wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo, Baringin Nababan, turut mendampingi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini menjadi komitmen PLN dalam mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, yaitu menghadirkan infrastruktur ketenagalistrikan tidak hanya di pulau-pulau besar saja, tapi juga hingga ke pulau terdepan yang menjadi beranda Indonesia," lanjut Machnizon.

Sementara itu, Octavianus Padudung menyatakan progres pembangunan PLTU Talaud yang dikerjakan oleh Kontraktor PT Bousted Maxiterm Industries ini telah mencapai 85%.

"Hingga Kuartal I Tahun 2017 ini, progres pekerjaan dilapangan telah mencapai 85%. Kami optimistis dapat mencapai target COD di kuartal IV Tahun 2017," tegasnya.

PLTU Talaud dibangun untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat yang berada di sistem Karakelang, yang meliputi Beo & Melonguane, ibukota kabupaten Kepulauan Talaud dengan jumlah pelanggan yang dilayani mencapai 13.000 pelanggan. Beban puncak di sistem Karakelang saat ini mencapai 3,5 MW. (mca/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads