Ini Penampakan Kapal 'Genset Raksasa' Turki yang Akan Terangi Ambon

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Kamis, 23 Mar 2017 16:50 WIB
Foto: Ardan Adhi Chandra/detikFinance
Waai - PT PLN (Persero) mendatangkan Kapal Pembangkit Listrik atau Marine Vessel Power Plant (MVPP) untuk meningkatkan pelayanan dan pasokan kelistrikan di Ambon. Kapal 'Genset Raksasa' ini khusus disewa dari Turki delama 5 tahun ke depan.

Kapal yang sudah tiba di Waai, Maluku Tengah, sejak 15 Maret 2017 lalu ini memiliki kapasitas 120 megawatt (MW). Namun, dalam perjanjian sewa sementara ini kapal genset raksasa tersebut hanya diwajibkan memenuhi kebutuhan 60 mMW.

"Kapasitasnya 120 megawatt, tetapi kontrak kita dengan mereka baru 60 megawatt," jelas Direktur Bisnis Regional Maluku dan Papua PLN, Haryanto WS, di Waai, Kabupaten Maluku Tengah, Kamis (23/2/2017).

Ini Penampakan Kapal 'Genset Raksasa' Turki yang Akan Terangi AmbonFoto: Ardan Adhi Chandra/detikFinance


Kapal genset raksasa ini terbagi ke dalam dia bagian, yaitu ship side dan plant side. Di sisi plant side terdapat pembangkit listrik yang menggunakan bahan bakar jenis Heavy Fuel Oil (HFO).

Layaknya pembangkit listrik pada umumnya, kapal ini membakar HFO yang kemudian menghasilkan listrik. Selanjutnya listrik ditransmisikan melalui jaringan milik PLN ke gardu induk sebelum dinikmati warga Ambon.

"Mesin kapal ini akan tersambung dengan jaringan transmisi," tutur Haryanto.

Ini Penampakan Kapal 'Genset Raksasa' Turki yang Akan Terangi AmbonFoto: Ardan Adhi Chandra/detikFinance


Selain itu, ada ship side yang terdiri dari kamar-kamar hingga dapur untuk fasilitas sehari-hari. Pasalnya ada puluhan pekerja di dalam kapal yang bertanggungjawab terhadap pasokan listrik dari kapal genset raksasa.

"Ada lokal dan ada ekspatriat. Lokal ada 18, ekspatriat ada 50. Nanti kalau sidah COD setengahnya akan pulang," tutur Project Manager Tiga Lentera Abadi, Iqbal Firmansyah. Tiga Lentera Abadi merupakan vendor kapal genset raksasa ini.

Ini Penampakan Kapal 'Genset Raksasa' Turki yang Akan Terangi AmbonFoto: Ardan Adhi Chandra/detikFinance


Untuk menjaga kestabilan kapal di laut dalam memproduksi listrik, kapal dijaga kestabilannya dengan menurunkan 14 jangkar ke bawah laut dan beton padat.

"Concrete blok 22 ton pemberat kapal, kalau jangkarnya ada sekitar 14," tutur Iqbal. (wdl/wdl)