Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 29 Mar 2017 12:46 WIB

Kebut 35 Ribu MW, PLN Bangun Transmisi di Utara Jawa Rp 2,3 T

Muhammad Idris - detikFinance
Foto: Muhammad Idris/detikFinance Foto: Muhammad Idris/detikFinance
Jakarta - PT PLN (Persero) akan membangun transmisi 500 kV sepanjang 386 kilometer sirkit (kms) di Jalur Utara Jawa. Kerja sama ini disepakati penandatanganan kontrak pengadaan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kV antara PLN dengan pihak kontraktor.

Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PLN, Nasri Sebayang, menjelaskan proyek transmisi ini terbagi dalam 2 paket pekerjaan yaitu SUTET Mandirancan-PLTU Indramayu sepanjang 182 kms, dan SUTET PLTU Indramayu-Cibatu Deltamas Bekasi sepanjang 204 kms.

"Pemerintah berkomitmen untuk merealisasikan penyediaan listrik sebesar 35.000 MW dalam jangka waktu 5 tahun. Hal ini tentunya harus didukung dengan kesiapan jalur transmisi yang akan menyalurkan daya dari pembangkit-pembangkit itu," kata Nasri di kantor pusat PLN, Jakarta, Rabu (29/3/2017).

Kontrak dua paket proyek itu senilai Rp 2,3 triliun. Rinciannya, paket SUTET PLTU Indramayu-Cibatu Deltamas Bekasi senilai Rp 1,3 triliun dikerjakan PT Karya Mitra Nugraha.

Paket SUTET Mandirancan-PLTU Indramayu senilai 1,05 triliun dikerjakan KSO PT Medan Smart Jaya, PT Kokoh Semesta, dan PT Bugak Brawang Cemerlang.

Kedua proyek itu dibiayai kas internal PLN dan sindikasi perbankan, yaitu BNI dan Bank Mandiri. Kehadiran transmisi tersebut akan mempercepat penyaluran daya sebesar 8.200 MW dalam jaringan Jawa-Bali.

Menurut Nasri, nilai kontrak dua paket proyek itu merupakan yang terbesar dalam pengadaan transmisi Utara Jawa. Sebelumnya, sudah dilaksanakan 6 paket transmisi 500 kV sepanjang 928 kms pada 17 Maret 2017.

Enam paket transmisi itu adalah yakni ET Ungaran-Batang, SUTET Batang-Mandirancan Seksi I, SUTET Batang-Mandirancan Seksi II, GITET Batang Ext, GITET Indramayu, GITET Cibatu Ext. Seluruhnya memiliki tegangan 500 kV.

Jaringan transmisi baru itu berfungsi menyalurkan daya dari pembangkit-pembangkit baru yang saat ini tengah dibangun di antaranya PLTU Indramayu (2x1.000 MW), PLTU Jawa 1 (1x1.000 MW), PLTU Jawa 3 (2x660 MW), PLTU Jawa Tengah (2x950 MW), dan PLTU Jawa 4 (2x1.000 MW).

"Ini tugas dari negara membangun jaringan transmisi 500 kV, dan ini merupakan 2 kontrak yang nilainya paling besar dari transmisi Jawa-Bali. Di mana ini dimulai dari Jepara sampai Bekasi," ujar Nasri.

Pembebasan lahan

Nasri menambahkan, PLN segera membebaskan tanah usai penandatanganan 2 paket tersebut. Sebelumnya, sudah ada 6 paket pembangunan SUTET dan GITET yang selesai ditandatangani pada 17 Maret 2017 lalu yang panjangnya 928 kms.

"Dari proyek SUTET dari Jepara sampai Bekasi ini butuh tower 1.350 tower. Ini bukan hanya 2 paket ini saja, tapi dari yang sebelumnya sudah ditandatangani. Jadi harus mulai dibebaskan lahannya, mulai besok pembayaran tanahnya," terang Nasri.

Namun, Nasri tak tahu pasti berapa luas keseluruhan lahan yang dibebaskan. Yang jelas, satu tapak untuk tower SUTET dibutuhkan lahan 400-500 meter persegi.

"Mulai besok akan ada pembayaran lahan, jadi di Juli ini pembayaran tanah diharapkan sudah selesai dan bisa segera dibangun," ungkap Nasri.

Tower SUTET baru di sepanjang Utara Jawa ini akan membawa daya sebesar 8.220 MW dari pembangkit-pembangkit yang saat ini tengah dibangun PLTU Indramayu (2x1.000 MW), PLTU Jawa 1 (1x1.000 MW), PLTU Jawa 3 (2x660 MW), PLTU Jawa Tengah (2x950 MW), dan PLTU Jawa 4 (2x1.000 MW). (idr/hns)
pln
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed