Follow detikFinance
Kamis 30 Mar 2017, 15:02 WIB

Benarkah Ada PHK Besar-besaran di Freeport? Ini Kata Jonan

Michael Agustinus - detikFinance
Benarkah Ada PHK Besar-besaran di Freeport? Ini Kata Jonan Foto: pool
Jakarta - Menteri ESDM Ignasius Jonan menegaskan bahwa tidak ada pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran terhadap para pekerja PT Freeport Indonesia (PTFI) yang berjumlah sekitar 12.000 orang.

Dari karyawan PTFI yang berjumlah sekitar 12.000 itu, 522 orang dirumahkan sementara, yang kena PHK sejak Januari lalu hanya 29 orang. Data ini berdasarkan laporan dari PTFI sendiri.

"Karyawan organik Freeport ada sekitar 12.000 karyawan, dari 12.000 itu yang dirumahkan sampai sekarang belum PHK itu 522 atas hasil laporan PTFI. Yang di-PHK sedikit sekali, 29 orang," kata Jonan dalam rapat kerja dengan Komisi VII di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (30/3/2017).

Jonan menambahkan, PHK terhadap 29 pekerja itu kebijakan korporasi yang wajar-wajar saja, dalam keadaan normal pun akan tetap dilakukan. Isu PHK tak perlu dibesar-besarkan, tak ada yang perlu dikhawatirkan.

Baca juga: Jonan Tak Ingin Freeport Gunakan PHK Sebagai Ancaman

Pekerja yang sekarang dirumahkan akan kembali dipekerjakan saat kegiatan operasi dan produksi sudah normal. Kecil juga kemungkinan mereka kena PHK. Sebab, PTFI sangat membutuhkan keahlian pekerja tambang bawah tanah, sulit untuk mencari pekerja baru.

"Ini biasa lah bagian dari korporasi ada yang diberhentikan dan di-hire. Kalau kita lihat dari perincian itu, apakah ini satu hal yang dikhawatirkan? Pasti yang dirumahkan akan kembali. Pertambangan bawah tanah ini keahlian yang enggak banyak orang punya. Untuk cari orang ribuan lagi butuh waktu," ucapnya.

Memang sudah ada 2.128 orang pekerja yang diberhentikan akibat terganggunya produksi di tambang PTFI, setelah pemerintah melarang pemegang perusahaan tambang pemegang Kontrak Karya (KK) mengekspor konsentrat tembaga.

Tapi 2.128 orang itu bukan karyawan PTFI, melainkan karyawan perusahaan-perusahaan kontraktor yang disewa PTFI.

"Kalau misalnya yang dari subkontraktor, subkontraktor adalah badan usaha sendiri yang melayani PTFI dan yang lainnya, dari data yang kita dapat 2.228 di-PHK. Ini mereka bisa cari pekerjaan yang lain-lain," tukasnya.

Mayoritas pekerja kontraktor yang diberhentikan bukan orang Papua.

"Yang subkontraktor yang memang agak serius karena yang diberhentikan kerja itu sekitar 11%, tapi ini juga kebanyakan bukan tenaga kerja indonesia yang tinggal di Papua, tapi di luar Papua," kata Jonan.

Baca juga: Raker di DPR, Jonan Jelaskan Progres Nego dengan Freeport

Jonan berharap Freeport segera menerima IUPK yang ditawarkan pemerintah supaya masalah selesai.

"Saya bisa katakan mudah-mudahan nanti dalam waktu dekat Freeport bisa menerima IUPK ini tanpa ada kegaduhan lagi," pungkasnya. (mca/hns)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed