Salah seorang warga desa tersebut, Sultan mengatakan, dirinya perlu membayar biaya pemasangan dan instalasi sekitar Rp 1 juta, agar bisa mendapatkan pasokan listrik dari PLN sepanjang malam.
Foto: Fadhly Fauzi Rachman/detikFinance |
Walau perlu membayar jumlah tersebut, namun Sultan mengatakan, dirinya sama sekali tak merasa keberatan atau pun terbebani, atas besaran nilai yang diberikan tersebut.
"Saya rasa sih enggak mahal, dibanding dengan kegunaannya, manfaatnya, sama sekali enggak mahal. Warga enggak ada yang keberatan juga," kata Sultan kepada detikFinance di desanya, Belitung, Kamis (30/3/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dulu itu ikut sambungan genset ke tetangga bayar Rp 200 ribu satu bulan. Itu hanya untuk satu lampu dan satu tv. Kalau tambah lagi penggunaan, otomatis biaya tambah juga. Itu dari jam 6 sore sampai jam 9 malam, paling lambat jam 10 lah," katanya.
Foto: Fadhly Fauzi Rachman/detikFinance |
"Sekarang dari PLN Rp 100 ribu satu bulan. 100 ribu kan sudah lengkap semua, tv, kulkas, mesin cuci, lampu kita pakai berapa saja bisa, dan kebutuhan lainnya. Jadi memang jauh lebih murah dan efisien," sambung Sultan.
Terlepas dari masalah biaya, Sultan mengatakan, dengan adanya listrik sepanjang malam, anak-anak sekolah bisa mudah belajar di malam hari. Berbeda ketika listrik dari PLN belum masuk ke desa.
"Yang paling penting, anak-anak sekarang sudah enggak kesulitan untuk belajar malam hari. Karena sudah terang semua, lampu bisa nyala semua," tutup Sultan.
Foto: Fadhly Fauzi Rachman/detikFinance |












































Foto: Fadhly Fauzi Rachman/detikFinance
Foto: Fadhly Fauzi Rachman/detikFinance
Foto: Fadhly Fauzi Rachman/detikFinance