Pertamina Sewa Pilot Asing untuk Kirim BBM ke Pedalaman Papua

Pertamina Sewa Pilot Asing untuk Kirim BBM ke Pedalaman Papua

Michael Agustinus - detikFinance
Selasa, 04 Apr 2017 12:46 WIB
Pertamina Sewa Pilot Asing untuk Kirim BBM ke Pedalaman Papua
Foto: Eduardo Simorangkir
Jakarta - PT Pertamina (Persero) terus memperluas Program BBM Satu Harga di seluruh pelosok Indonesia. Harga BBM di daerah terpencil seperti pedalaman Papua, Krayan yang berbatasan dengan Malaysia, yang sebelumnya bisa mencapai Rp 60.000/liter kini bisa menjadi Rp 6.450/liter untuk Premium dan Rp 5.150/liter untuk Solar.

Diharapkan dengan program ini, harga BBM di seluruh Indonesia jadi berkeadilan, semua penduduk Indonesia di mana pun berada bisa menikmati harga BBM yang sama.

Banyak tantangan yang harus dihadapi Pertamina untuk mengirim BBM ke daerah-daerah pelosok tersebut. Infrastruktur masih minim, BBM harus dikirim dengan berbagai moda transportasi, salah satunya pesawat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertamina menyewa 2 pesawat jenis Air Tractor berkapasitas 8 ton untuk mengangkut BBM ke pedalaman Papua dan Krayan. Pesawat ini harus diterbangkan oleh pilot yang memiliki lisensi khusus. Tak semua pilot boleh menerbangkan Air Tractor, risikonya tinggi.

"Air Tractor ini khusus untuk mendeliver BBM. Kapasitasnya 8 ton atau 8 kiloliter (KL). Untuk menerbangkan ini harus dapat lisensi khusus. Tidak semua pilot bisa menerbangkannya," tutur SVP Fuel Marketing Distribution, Gigih Wahyu Hari Irianto, dalam diskusi di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Selasa (4/4/2017).

Ia menambahkan, tak ada pilot Indonesia yang memiliki lisensi khusus untuk menerbangkan Air Tractor. Karena itu, Pertamina terpaksa menyewa pilot asing.

"Pilotnya orang asing karena pilot kita belum ada. Beda sama AMT (Awak Mobil Tangki). Supir mobil tangki mogok, bisa langsung hire baru. Kalau ini enggak bisa," ucapnya.

Agar tak bergantung pada jasa pilot asing, Pertamina kini menyiapkan pilot-pilot dari dalam negeri untuk memperoleh lisensi khusus menerbangkan pesawat jenis Air Tractor.

"Kami siapkan penerbang-penerbang sipil dan TNI untuk bisa dapat lisensi ini. Kalau bisa pilot domestik yang punya dedikasi tinggi," tutupnya. (mca/wdl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads