Diharapkan dengan program ini, harga BBM di seluruh Indonesia jadi berkeadilan, semua penduduk Indonesia di mana pun berada bisa menikmati harga BBM yang sama.
Banyak tantangan yang harus dihadapi Pertamina untuk mengirim BBM ke daerah-daerah pelosok tersebut. Infrastruktur masih minim, BBM harus dikirim dengan berbagai moda transportasi, salah satunya pesawat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Air Tractor ini khusus untuk mendeliver BBM. Kapasitasnya 8 ton atau 8 kiloliter (KL). Untuk menerbangkan ini harus dapat lisensi khusus. Tidak semua pilot bisa menerbangkannya," tutur SVP Fuel Marketing Distribution, Gigih Wahyu Hari Irianto, dalam diskusi di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Selasa (4/4/2017).
Ia menambahkan, tak ada pilot Indonesia yang memiliki lisensi khusus untuk menerbangkan Air Tractor. Karena itu, Pertamina terpaksa menyewa pilot asing.
"Pilotnya orang asing karena pilot kita belum ada. Beda sama AMT (Awak Mobil Tangki). Supir mobil tangki mogok, bisa langsung hire baru. Kalau ini enggak bisa," ucapnya.
Agar tak bergantung pada jasa pilot asing, Pertamina kini menyiapkan pilot-pilot dari dalam negeri untuk memperoleh lisensi khusus menerbangkan pesawat jenis Air Tractor.
"Kami siapkan penerbang-penerbang sipil dan TNI untuk bisa dapat lisensi ini. Kalau bisa pilot domestik yang punya dedikasi tinggi," tutupnya. (mca/wdl)











































