Nantinya, investor tinggal mendaftar dan meminta data secara online saja dari negara asalnya, lalu diverifikasi oleh Kementerian ESDM. Data akan diberikan jika perusahaan sudah terverifikasi. Semuanya gratis, tak dipungut biaya sama sekali.
"Nanti tinggal datang lewat online, kita verifikasi perusahaan abal-abal atau betulan. Kalau betulan, kita kasih data yang diminta, mereka analisis, baru mereka datang untuk joint study dan analisis. Ke depan untuk akses biaya itu tidak ada biaya lagi. Setelah mereka lihat data, menarik, baru datang ke Indonesia," papar Dirjen Migas Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja, dalam diskusi di Gedung Migas, Jakarta, Rabu (5/4/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lewat Permen ESDM baru ini, semua KKKS wajib menyerahkan data kepada Kementerian ESDM. Setelah data terkumpul, akan dipilah-pilah dan dibuka untuk investor.
"Sekarang investor mau dapat data masih susah, harus beli. Banyak yang beli data di pasar gelap. Data ini kadang ada dan kadang belum diserahkan KKKS. Dengan Permen ini wajib dikasih ke pemerintah. Nanti dipilah mana yang rahasia, mana yang terbuka," ucapnya.
"Dengan Permen ini, data-data eksplorasi bisa diakses di mana saja di seluruh dunia. Investornya harus daftar. Kalau mereka tertarik, datang ke Indonesia beli WK-nya (Wilayah Kerja)," Wirat menambahkan.
Data eksplorasi migas ini, sambungnya, ibarat karcis untuk masuk pameran. Sekarang banyak investor malas datang karena karcisnya bayar mahal. Kalau karcisnya gratis, pasti lebih banyak yang datang.
"Ibarat pameran, regulasi kita sekarang kalau masuk pameran harus pakai karcis yang mahal. Orang malas masuk karena mahal. Norwegia, Australia, Meksiko sudah menggratiskan. Memang harus daftar, tapi karcisnya gratis sehingga yang mengunjungi jadi banyak sekali," katanya.
Wirat menyebut Meksiko yang sukses mendatangkan banyak investor, meningkatkan eksplorasi migas, dan memperoleh banyak tambahan cadangan migas terbukti berkat pembukaan data dan bagi hasil yang menarik. Diharapkan ini terjadi juga di Indonesia yang menawarkan bagi hasil lebih menarik lewat gross split.
"Meksiko paling terbuka soal data. Tahun 2013 mereka reformasi regulasi. Split (bagi hasil) lebih menarik dan open data. Eksplorasi laut dalam yang tadi kosong sekarang sudah penuh. Jadi begitu masifnya mereka melakukan eksplorasi, discovery sudah banyak sekali," tutupnya. (mca/hns)











































