Beli Listrik dari Swasta, PLN Bisa Hemat Rp 1 Triliun Lebih

Beli Listrik dari Swasta, PLN Bisa Hemat Rp 1 Triliun Lebih

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Jumat, 07 Apr 2017 17:42 WIB
Beli Listrik dari Swasta, PLN Bisa Hemat Rp 1 Triliun Lebih
Foto: Fadhly Fauzi Rachman/detikFinance
Jakarta - PT PLN (Persero) telah melakukan kerja sama kontrak jual-beli listrik dengan swasta (Power Purchase Agreement/PPA), yakni PT Medco Ratch Power Riau untuk pembangunan PLTGU Riau 275 Megawatt (MW) dan PT Minahasa Cahaya Lestari untuk pembangunan PLTU Sulut-3 kapasitas 2 x 50 MW.

Kepala Divisi IPP PLN, Ahsin Sidqi, mengatakan dengan melakukan pembelian listrik terhadap pihak swasta ini, maka PLN bisa melakukan penghematan terhadap Biaya Pokok Penyediaan (BPP).

"Masing-masing pembangkit ini kan di bawah BPP setempat. Setelah kita hitung dibandingkan BPP setempat akan menurunkan, sehingga kalau beroperasi listriknya lebih murah. Maka terjadi penghematan," terang Ahsin di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Jumat (7/5/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Contoh, BPP Sulutenggo itu 12,75 sen/kWh, ini selisihnya 4,53 sen/kWh, kapasitasnya kan 2x50 MW jadi 100 MW, kontraknya 80% jadi dikali jam operasi, penghematan yang didapat oleh PLN akan bisa mengurangi BPP-nya. Dan untuk PLTGU Riau selisih 3,35 sen/kWh," sambungnya.

Dengan begitu, kata Ahsin, maka PLN bisa mendapatkan potensi penghematan hingga Rp 422 miliar per tahun, dari PLTU Sulut-3. Sementara dengan adanya PLTGU Riau, PLN bisa melakukan penghematan hingga Rp 700 miliar per tahun.

Sementara itu, Direktur Pengadaan PLN, Supangkat Iwan Santoso, mengatakan dengan banyaknya pembangkit yang dibangun, maka bertujuan untuk menopang pertumbahan ekonomi yang ada. Sebab, kata dia, listrik menjadi kebutuhan dasar dan berkaitan erat dengan ekonomi.

"Listrik kan pendorong pertumbuhan ekonomi, pemerintah ingin listrik ada dulu sebelum dibutuhkan, apakah untuk industri dan lain-lain. Sekarang ini kita percepat, supaya semua daerah cukup. Ini kan ada IPP, swasta, PLN, yang mana saja tidak masalah," tuturnya. (ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads