Follow detikFinance
Selasa 11 Apr 2017, 16:09 WIB

Aturan Baru Jonan: SPBU Wajib Jual BBG

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Aturan Baru Jonan: SPBU Wajib Jual BBG Foto: Dok, PGN.
Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) segera menerbitkan aturan baru. Isinya, setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) wajib memiliki 1 unit mesin pengisian (dispenser) Bahan Bakar Gas (BBG).

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Wiratmaja Puja, mengatakan aturan yang tertuang dalam Peraturan Menteri (Permen) ESDM tersebut telah ditandatangi oleh Menteri ESDM, Ignasius Jonan. Aturan bakal berlaku pada satu hingga dua minggu ke depan.

"(Permen) sudah ditandatangani Pak Menteri (Jonan) menunggu nomor dari Kementerian Hukum dan HAM, begitu dapat nomor dipublikasikan, biasanya enggak lama 1-2 minggu," terang Wirat di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (11/4/2017).

"Poin-poin pentingnya sama seperti yang disebutkan sebelumnya, termasuk di setiap SPBU itu harus ada dispenser, kendaraan umum, kendaraan dinas di BUMN energi diwajibkan menggunakan bahan bakar gas," sambungnya.

Wirat menjelaskan, pihaknya telah berkomunikasi dengan para pengusaha dan pihak terkait seperti Pertamina, PGN, dan Gaikindo, terkait dengan aturan tersebut. Menurutnya, semua pihak menyanggupi Permen tersebut.

Wirat mengaku, pemerintah bakal memprioritaskan atau mendahulukan beberapa daerah yang selama ini telah memiliki fasilitas pendukung pemasangan dispenser BBG. Daerah tersebut antara lain, seperti Jakarta, Surabaya, Balikpapan, Prabumulih, dan kota-kota lain yang telah memiliki jaringan gas.

Sementara untuk harga jual gasnya masih belum ditentukan dalam Permen tersebut. Namun ia mengatakan, untuk saat ini harga BGG itu masih Rp 3.100 per liter setara Premium.

"Kebijakan harga akan dibuatkan aturan tersendiri, yang penting memacu fasilitas terutama SPBG," ujarnya.

Di sisi lain, Wirat mengatakan, pihaknya bersama dengan Kementerian Perindustrian dan Kementerian Keuangan, masih melakukan komunikasi untuk bisa menyusun aturan bagi produsen kendaraan untuk membuat mobil berbahan bakar gas.

"Jadi supaya ada kewajiban, misalnya satu pabrikan mobil menghasilkan 400 ribu mobil maka 5 atau 10 persen harus berbahan bakar gas. Kedua kita ingin mobil gas ini ramah lingkungan seperti LCGC, jadi dengan gas kan bisa lebih green lagi. Ini yang kita usulkan," tuturnya. (wdl/wdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed