Konversi Minyak Tanah ke Elpiji Hemat Rp 197 Triliun

Konversi Minyak Tanah ke Elpiji Hemat Rp 197 Triliun

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 13 Apr 2017 13:55 WIB
Konversi Minyak Tanah ke Elpiji Hemat Rp 197 Triliun
Ilustrasi (Foto: Dina Rayanti-detikFinance)
Jakarta - Hari ini Kementerian ESDM dan Bank Indonesia (BI) menandatangani nota kesepahaman (MoU) peningkatan kerja sama dan koordinasi dalam rangka pelaksanaan tugas kedua institusi tersebut. Salah satu poin dalam kerjasama tersebut untuk merealisasikan rencana penyaluran subsidi Elpiji 3 kg melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

Gubernur BI Agus Martowardojo menyambut baik rencana tersebut, menurutnya Elpiji 3 kg merupakan kebijakan yang sangat strategis yang pernah dilakukan oleh Kementerian ESDM. Keputusan untuk melakukan konversi dari minyak tanah ke Elpiji secara masal memberikan dampak yang besar.

Menurut catatannya, sejak dilakukan konversi pada 2007 lalu hingga saat ini tercatat telah terjadi penghematan anggaran hingga Rp 197 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sepanjang 10 tahun paling tidak sudah bisa membuat saving Rp 197 triliun, hanya karena komitmen bahwa kita tidak terus pakai minyak tanah," tuturnya di Gedung BI, Jakarta, Kamis (13/4/2017).

Penghematan tersebut diperoleh dari selisih biaya yang harus dikeluarkan pemerintah untuk menyediakan minyak tanah dengan biaya yang dikeluarkan untuk menyediakan elpiji bagi masyarakat. Biaya penyediaan elpiji jauh lebih rendah sehingga pemerintah bisa memperoleh penghematan.

Namun, Agus juga mengaku sepakat dengan pemerintah bahwa subsidi Elpiji 3 kg masih kurang tepat sasaran. Sebab dari 57 juta tabung Elpiji 3 kg, teridentifikasi hanya 25,7 juta orang yang berhak menerimanya.

"Karena banyak yang sebetulnya lebih mampu dan tidak seharusnya dia menerima," imbuhnya.

Oleh karena itu menurut Agus keputusan pemerintah sangat tepat bahwa penyaluran subsidi Elpiji 3 kg dialihkan melalui satu kartu.

"Jadi saya menyambut baik, Kementerian ESDM tidak ego sektoral dan sudah dimasukkan di satu kartu. Kalau tidak, nanti rakyat bingung," pungkasnya. (dna/dna)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads