Tom Lembong: Masalah Freeport Itu Special Case Buat Investor

Tom Lembong: Masalah Freeport Itu Special Case Buat Investor

Michael Agustinus - detikFinance
Rabu, 26 Apr 2017 14:26 WIB
Tom Lembong: Masalah Freeport Itu Special Case Buat Investor
Foto: Istimewa/Puspa Perwitasari
Jakarta - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Lembong, menyatakan bahwa persoalan antara PT Freeport Indonesia dan pemerintah tak berdampak pada iklim investasi secara umum.

Sebab, investor-investor asing melihat bahwa masalah Freeport adalah 'special case', bukan gambaran umum iklim investasi di Indonesia, hanya kasus khusus saja.

Buktinya, minat investasi di sektor pertambangan masih sangat besar. Realisasi investasi pada Triwulan I 2017 paling banyak ke sektor pertambangan, yakni 14,2% dari total realisasi investasi sebesar Rp 165 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mengenai proses yang dijalankan pemerintah dan Freeport, meski kasusnya high profile, untuk sementara ini investor bisa melihatnya sebagai special case, kasus yang terisolasi, tidak mencerminkan iklim investasi secara umum," kata Tom Lembong dalam konferensi pers di Gedung BKPM, Jakarta, Rabu (26/4/2017).

Lembong menambahkan, mandeknya negosiasi pemerintah dan Freeport soal pembangunan smelter juga bukan gambaran umum terhadap laju program hilirisasi mineral. Banyak investasi di bidang usaha pemurnian mineral.

"Berkaitan juga masih di sektor pertambangan dan turunannya termasuk smelter, saya melihat program pemerintah yang dimulai sejak era Pak SBY dan dilanjutkan Pak Jokowi, yaitu menjalankan hilirisasi, lumayan sukses," jelasnya.

Tiap-tiap komoditas mineral memiliki tingkat kemajuan hilirisasi yang berbeda. Yang paling berhasil sekarang adalah nikel. Berkat banyaknya smelter nikel baru di dalam negeri, sekarang Indonesia jadi salah satu produsen stainless steel terbesar dunia.

"Yang paling maju adalah nikel. Investasi terbesar di sektor smelter saat ini dari China. Berkat investasi dari China di bidang smelter, terutama nikel, Indonesia tembus top 3 produsen stainless steel. Ini bukti kesuksesan program hilirisasi mineral," tukasnya.

Menurut Lembong, program hilirisasi mineral ini harus didukung penuh, terus dikawal agar sukses. "Tentu ini proses yang ingin terus kita kawal dan kita dorong. Proses hilirisasi ini juga akan berkembang terus di sektor logam-logam industri dan juga logam mulia," tutupnya. (mca/mkj)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads