Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 02 Mei 2017 11:28 WIB

Investor Denmark Garap 2 Proyek Listrik Tenaga Angin di Sulsel

Michael Agustinus - detikFinance
Foto: Michael Agustinus Foto: Michael Agustinus
Jakarta - Menteri ESDM, Ignasius Jonan, pagi ini menerima kunjungan Menteri Kerja Sama Pembangunan Denmark, Ulla Tornaes, di Kantor Pusat Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta. Pertemuan dilanjutkan dengan menghadiri Forum Bisnis Indonesia-Denmark.

Beberapa perusahaan asal Denmark yang ikut hadir dalam Forum Bisnis Indonesia-Denmark ini di antaranya adalah, Siemens Wind Power, Burmeister & Wain Scandinavian Contractor (BWSC), Vestas Wind System, Dong Energy, Welltec, dan Babcock & Wilcox Volund.

Dirjen EBTKE Kementerian ESDM, Rida Mulyana, mengungkapkan investor-investor Denmark tertarik dengan potensi energi angin Indonesia yang mencapai 16 Gigawatt (GW) atau 16.000 Megawatt (MW).

Perusahaan asal Denmark sudah terlibat di dua proyek pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) di Indonesia, yaitu PLTB Jeneponto kapasitas 65 MW dan PLTB Sidrap 70 MW. Keduanya berada di Sulawesi Selatan.

"Kita punya potensi energi angin yang lumayan, sekitar 16 GW di seluruh Indonesia. (Investasi Denmark) Sudah ada yang jalan di Jeneponto 65 MW dan Sidrap 70 MW," kata Rida, usai menghadiri Forum Bisnis Indonesia-Denmark di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (2/5/2017).

Perjanjian jual beli listrik (Power Purchase Agreement/PPA) PLTB Jeneponto telah ditandatangani pada September 2016 lalu, disaksikan langsung oleh Menteri BUMN, Rini Soemarno di Kopenhagen, Denmark.

Independent Power Producer (IPP) pemilik PLTB Jeneponto adalah Equis, nilai investasinya mencapai US$ 150 juta. Vestas Wind System dipercaya sebagai kontraktor Engineering Procurement and Construction (EPC) di proyek PLTB Jeneponto.

Proyek PLTB Jeneponte berdiri di atas lahan seluas 30 hektar. Nantinya di area tersebut akan dibangun 21 titik kincir angin, masing-masing titik akan menghasilkan sekitar 3-3,5 MW, sehingga energi listrik yang dihasilkan dari PLTB Jeneponto sekitar 65 MW.

Rencananya proyek ini akan mulai konstruksi pada Januari 2016. Diharapkan PLTB bisa mulai menghasilkan listrik pada 2018. Listrik dari PLTB Jeneponto akan dijual ke PLN dengan harga US$ 10,89 sen/kWh.

Sedangkan PLTB Sidrap di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) akan menjadi wind farm terbesar di Indonesia. IPP yang mengembangkan PLTB Sidrap adalah International UPC Renewables Indonesia dan PT Binatek Energi Terbarukan. PPA antara PLN dan International UPC Renewables Indonesia sudah diteken pada Agustus 2015.

PLTB Sidrap sudah mulai konstruksi pada April 2016 dan ditargetkan selesai pembangunannya pada tahun ini. "Tahun ini di Sidrap sudah selesai. Jeneponto sudah teken PPA, 2018 mungkin jadi," ujar Rida.

Selain 2 tempat di Sulsel, investor Denmark juga mengincar 10 lokasi 'ladang angin' lain di Indonesia. Namun Rida belum dapat merinci kesepuluh lokasi tersebut. "Dia kejar 10 lokasi yang paling potensial," tutupnya. (mca/wdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com