Follow detikFinance
Selasa 02 May 2017, 19:22 WIB

1.700 Pekerja Freeport akan Ikut Aksi Mogok Kerja 30 Hari

Michael Agustinus - detikFinance
1.700 Pekerja Freeport akan Ikut Aksi Mogok Kerja 30 Hari Foto: Istimewa/Puspa Perwitasari
Jakarta - Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) cabang PT Freeport Indonesia di Kabupaten Mimika, Papua, mengumumkan aksi mogok selama 30 hari sejak 1 Mei 2017.

Dari sekitar 12.000 karyawan PT Freeport Indonesia (PTFI) dan 20.000 karyawan perusahaan kontraktor yang disewa PTFI, diperkirakan 1.700 orang yang ikut aksi mogok ini.

Namun aksi mogok ini hanya dilakukan oleh SPSI Freeport saja. Pekerja yang tergabung dalam kelompok lainnya, misalnya Gerakan Solidaritas Peduli Freeport (GSPF), tidak ikut ambil bagian dalam aksi mogok.

"Fakta Riil, memang ada pergerakan di lapangan. Dari total 32.000 pekerja, yang melakukan mogok sekitar 1.700 pekerja. Yang melakukan mogok SPSI Freeport," kata Juru Bicara Gerakan Solidaritas Peduli Freeport, Virgo Salossa, saat dihubungi detikFinance, Selasa (2/5/2017).

Baca juga: Pekerja Freeport Mogok Kerja 30 Hari

Aksi mogok ini, menurut Virgo, tidak berdampak serius pada kegiatan operasi dan produksi di Tambang Grasberg.

"Aksi yang dilakukan tidak berdampak signifikan pada operasional secara keseluruhan. Perusahaan tetap dapat beraktivitas normal," ujarnya.

Pihaknya pun mengimbau kepada sesama pekerja yang mogok untuk kembali bekerja seperti biasa, menyelesaikan masalah dengan perusahaan lewat upaya dialog.

"Kalau ada yang kurang, mari kita benahi bersama," tukasnya.

Sebagai informasi, tuntutan SPSI Freeport di antaranya adalah penghentian PHK secara sepihak oleh perusahaan, penghentian intimidasi terhadap para pengurus SPSI Freeport, para pekerja yang terkena PHK/Furlough/relokasi agar dipekerjakan kembali, dan perundingan secara bipartit terkait Perjanjian Kerja Bersama (PKB).

"Mogok Kerja Bersama ini dapat dihentikan jika tuntutan pekerja sebagaimana diuraikan di atas merundingkan dan menyepakati dipenuhi dan dihormati oleh Manajemen PT Freeport Indonesia, Perusahaan Privatisasi serta Kontraktor dan Pemerintah Indonesia lewat kesepakatan bersama dalam perundingan," papar SPSI Freeport dalam suratnya.

"Kami selalu terbuka untuk mencari solusi terbaik yang berkeadilan dan bermartabat dengan menjunjung tinggi prinsip-prinsip kemitraan yang setara dan seimbang," demikian penutup surat tersebut. (mca/hns)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed