Rencananya, Pertamina akan jualan avtur di Bandara Internasional Arab Saudi, yaitu King Abdul Aziz dan King Fahd. Pertamina akan membentuk perusahaan patungan atau joint venture dengan perusahaan Arab Saudi, Dallah.
"Belum dapat approval autorisasi di sana. Di sana kan yang pegang otorisasi bukan oil company. Approval belum ada," ungkap Iskandar saat ditemui di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta Pusat, Kamis (4/5/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahun lalu. Ya setahunan. Kita enggak tahu alasannya. Government kan," terang Muchamad.
Dia menambahkan Pertamina telah siap menjadi operator di dua bandara tersebut. Apalagi menurutnya, upaya tersebut dapat menjadi salah satu strategi Pertamina untuk melakukan ekspansi internasional.
"Kalo bisa cepat turun ya kita bisa cepat operasi tapi secara fasilitas kan sudah siap," tegasnya. (hns/hns)











































