Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, mengaku telah menerima laporan terkait hasil dari pertemuan tersebut. Luhut mengatakan, Freeport telah bersedia mematuhi aturan pemerintah Indonesia.
"Tapi tadi Pak Jonan lapor saya, masalah 51% sudah, smelter sudah, setiap 6 bulan dievaluasi," kata Luhut di Gedung Sasana Kriya TMII, Jakarta Timur, Kamis (4/5/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua sudah beres. Mungkin dia (Richard Adkerson) mau tanda tangan, tapi saya tidak tahu. Tanda tangan bahwa semua sudah setuju, mungkin yah saya enggak tahu," terangnya.
Kendati Freeport sudah menyetujui persyaratan Indonesia, Luhut menegaskan, progres pembangunan smelter tetap harus sesuai target. Jika tidak maka izin ekspor akan kembali dicabut.
"Progres jalan ya tetap diberikan izin ekspor. Kalau progres tidak sesuai target ya diberhentikan. Kalau dia enggak bangun smelter sesuai target ya berhentikan (izinnya)," tukasnya. (wdl/wdl)











































