Spesifikasi Kilang Tak Cocok, Jadikah RI Impor Minyak Iran?

Spesifikasi Kilang Tak Cocok, Jadikah RI Impor Minyak Iran?

Michael Agustinus - detikFinance
Senin, 08 Mei 2017 17:30 WIB
Spesifikasi Kilang Tak Cocok, Jadikah RI Impor Minyak Iran?
Foto: Hasan Al Habshy
Jakarta - Di sela-sela kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Iran pada 15 Desember 2016 lalu, PT Pertamina (Persero) menjajaki pembelian minyak mentah dari National Iranian Oil Company (NIOC).

Pertamina sepakat untuk mengimpor 1 juta barel minyak Iran sebagai uji coba. Minyak mentah tersebut telah sampai di Indonesia pada Februari 2017 dan diuji coba di Kilang Cilacap.

Setelah uji coba, ternyata minyak Iran kurang cocok dengan spesifikasi kilang di Indonesia, sebab kandungan sulfur minyak Iran relatif tinggi. Kilang Cilacap hanya bisa mengolah minyak Iran kurang lebih 30.000 barel per hari (bph).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kementerian ESDM sudah mengetahui hasil pengujian itu, tapi masih menunggu laporan resmi dari Pertamina.

"Betul (hanya 10% kapasitas Kilang Cilacap yang bisa mengolah minyak Iran), secara resmi kita masih tunggu hasilnya dari Pertamina," kata Dirjen Migas Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja, saat ditemui di Kantor SKK Migas, Jakarta, Senin (8/5/2017).

Apakah artinya rencana impor minyak dari Iran tak akan dilanjutkan?

Wirat menjawab bahwa keputusan akan diambil setelah hasil pengujian disampaikan dan dikaji lagi.

"Hasil pengujiannya masih kita tunggu dari Pertamina," tutupnya. (mca/hns)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads