Pertamina sepakat untuk mengimpor 1 juta barel minyak Iran sebagai uji coba. Minyak mentah tersebut telah sampai di Indonesia pada Februari 2017 dan diuji coba di Kilang Cilacap.
Setelah uji coba, ternyata minyak Iran kurang cocok dengan spesifikasi kilang di Indonesia, sebab kandungan sulfur minyak Iran relatif tinggi. Kilang Cilacap hanya bisa mengolah minyak Iran kurang lebih 30.000 barel per hari (bph).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Betul (hanya 10% kapasitas Kilang Cilacap yang bisa mengolah minyak Iran), secara resmi kita masih tunggu hasilnya dari Pertamina," kata Dirjen Migas Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja, saat ditemui di Kantor SKK Migas, Jakarta, Senin (8/5/2017).
Apakah artinya rencana impor minyak dari Iran tak akan dilanjutkan?
Wirat menjawab bahwa keputusan akan diambil setelah hasil pengujian disampaikan dan dikaji lagi.
"Hasil pengujiannya masih kita tunggu dari Pertamina," tutupnya. (mca/hns)










































