Terangi Papua, Jokowi Resmikan Proyek Pembangkit Listrik 50 MW

Terangi Papua, Jokowi Resmikan Proyek Pembangkit Listrik 50 MW

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 09 Mei 2017 16:10 WIB
Terangi Papua, Jokowi Resmikan Proyek Pembangkit Listrik 50 MW
Ilustrasi (Foto: Dana Aditiasari)
Jakarta - Setelah meresmikan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Kampung Skouw, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali bergeser ke Kampung Holtekamp, Distrik Muara Tami, Jayapura. Kedatangannya guna melakukan groundbreaking Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Mobile Power Plant (MPP) Jayapura 50 MW.

Selain itu, acara ini juga dibarengi dengan peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Tidore sebesar 14 MW melalui video confrence, serta Program Listrik Desa yang tersebar di 4 provinsi, yakni Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat.

"Inilah upaya, pemerintah dalam rangka sediakan kelistrikan. Dan sudah juga kita perintahkan berbagai menteri untuk hadirkan berbagai terobosan dalam rangka percepatan kelistrikan," kata Jokowi dalam sambutannya di Holtekamp, Jayapura, Selasa (9/5/2017)

Jokowi juga meminta Menteri ESDM Ignasius Jonan untuk mementingkan penyediaan gas bagi PLN. Hal itu agar pembangkit listrik yang menggunakan gas bisa terus beroperasi tanpa masalah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara di lain kesempatan, Direktur Bisnis Regional Maluku-Papua PLN, Haryanto W.S menjelaskan, pembangunan PLTMG MPP Jayapura 50 MW sudah dimulai sejak Januari 2017. Progres pembangunan diperkirakan rampung dalam 8 bulan atau pada September 2017.

"Sekarang sudah tinggal elektrikalnya seperti pasang trafo, kabel dan kubikal," tuturnya.

Jika pembangkit ini beroperasi maka suplai listrik di Papua akan bertambah 50 MW dari kapasitas saat ini 84 MW. PLTMG MPP ini juga merupakan pembangkit listrik yang mampu berpindah tempat, sehingga jika kapasitas listrik di wilayah tersebut sudah terpenuhi bisa berpindah ke tempat lain. PLTMG MPP juga merupakan bagian dari mega proyek pembangunan Pembangkit Listrik 35.000 MW.

"Untuk bahan bakarnya bisa diesel atau gas. Tahap pertama pakai diesel, nanti selanjutnya pakai gas. Kita mau alokasi dari Tangguh," tambah Haryanto.

Sedangkan PLTU Tidore akan menambah 14 MW dari daya tangan dan di Tidore saat ini sebesar 27 MW. Sementara untik Program Listrik Desa PLN dilakukan di 126 desa yang terdiri dari 92 desa di Papua dan Papua Barat, serta 35 desa di Maluku dan Maluku Utara.

Adapun nilai kontrak PLTMG MPP Jayapura itu mencapai Rp 498 miliar, serta 35 juta Euro untuk pembangunan, biaya pengoperasian dan pemeliharaan selama 5 tahun. Sedangkan anggaran untuk program listrik desa di Maluku dan Maluku Utara mencapai Rp 101 miliar, sementara di Papua dan Papua Barat mencapai Rp 119 miliar.

Sekedar informasi, acara ini juga dihadiri oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jononan, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, Gubernur Papua serta seluruh jajaran direksi PT PLN (Persero). (dna/dna)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads