Kini Kampung Skouw, Distrik Muara Tami, Jayapura telah teraliri listrik yang berasal dari PLTD Arso yang telah beroperasi sejak 2015. Masyarakat setempat pun bersyukur kini mereka tidak harus tidur dalam kondisi gelap gulita.
Amelia, bocah kelas 5 SD dari Kampung Skouw mengatakan, sebelum adanya aliran listrik tersebut dia terpaksa belajar menggunakan senter dan lilin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sama seperti Amelia, Ruth Mallo seorang remaja yang juga berasal dari Kampung Skouw juga merasakan hal serupa. Ketika matahari terbenam, kampungnya seakan terisolir karena tidak bisa beraktifitas lantaran gelap gulita.
"Saya belajar pakai senter, kalau pakai lilin susah, mata saya sakit. Malam juga tidak bisa ke mana-mana karena gelap," ujarnya.
Meski saat ini sudah ada PLTD Arso menurut Ruth pasokan listrik di kampungnya masih kurang. Sebab kampungnya masih sering mengalami pemadaman listrik hingga berjam-jam.
"Kadang mati dari pagi, malamnya baru nyala. Terpaksa saya belajar pakai senter HP lagi," tukasnya.
Menurut data PLN, kondisi kelistrikan di Kampung Skouw membutuhkan daya listrik kurang lebih 3 MW yang di suplai dari PLTD Arso. Panjangan jaringan terpasang kurang lebih 163 KMS. (ang/ang)











































