Dulu Minim Listrik, Anak Perbatasan Papua Bikin PR Pakai Lilin

Dulu Minim Listrik, Anak Perbatasan Papua Bikin PR Pakai Lilin

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 10 Mei 2017 09:59 WIB
Dulu Minim Listrik, Anak Perbatasan Papua Bikin PR Pakai Lilin
Ilustrasi Foto: Fadhly Fauzi Rachman
Skouw - Papua merupakan salah satu provinsi yang tingkat elektrifikasinya masih sangat rendah. Masih banyak desa-desa di Papua belum tersentuh listrik sama sekali, khususnya di daerah pedalaman seperti di Kampung Skouw yang dekat dengan Pos Lintas Batas Negara (PLBN).

Kini Kampung Skouw, Distrik Muara Tami, Jayapura telah teraliri listrik yang berasal dari PLTD Arso yang telah beroperasi sejak 2015. Masyarakat setempat pun bersyukur kini mereka tidak harus tidur dalam kondisi gelap gulita.

Amelia, bocah kelas 5 SD dari Kampung Skouw mengatakan, sebelum adanya aliran listrik tersebut dia terpaksa belajar menggunakan senter dan lilin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dulu saya belajar malam-malam pakai senter kalau tidak lilin. Terpaksa, kalau tidak begitu, tidak bisa kerjakan PR. Tapi sekarang sudah terang," aku Amalia kepada detikFinance di Jayapura, Papua, Rabu (10/5/2017).

Sama seperti Amelia, Ruth Mallo seorang remaja yang juga berasal dari Kampung Skouw juga merasakan hal serupa. Ketika matahari terbenam, kampungnya seakan terisolir karena tidak bisa beraktifitas lantaran gelap gulita.

"Saya belajar pakai senter, kalau pakai lilin susah, mata saya sakit. Malam juga tidak bisa ke mana-mana karena gelap," ujarnya.

Meski saat ini sudah ada PLTD Arso menurut Ruth pasokan listrik di kampungnya masih kurang. Sebab kampungnya masih sering mengalami pemadaman listrik hingga berjam-jam.

"Kadang mati dari pagi, malamnya baru nyala. Terpaksa saya belajar pakai senter HP lagi," tukasnya.

Menurut data PLN, kondisi kelistrikan di Kampung Skouw membutuhkan daya listrik kurang lebih 3 MW yang di suplai dari PLTD Arso. Panjangan jaringan terpasang kurang lebih 163 KMS. (ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads