Follow detikFinance
Rabu 10 May 2017, 10:05 WIB

Siapa Calon Kuat Mitra Pertamina di Proyek Kilang Bontang?

Michael Agustinus - detikFinance
Siapa Calon Kuat Mitra Pertamina di Proyek Kilang Bontang? Foto: Ari Saputra
Jakarta - PT Pertamina (Persero) telah mencari mitra strategis untuk pembangunan Grass Root Refinery (GRR) Bontang sejak 2 bulan lalu. Ketika Project Expose (penawaran proyek) pada 28 Februari 2017, sudah ada lebih dari 50 perusahaan yang menyatakan minat untuk menjadi calon mitra.

Terdapat empat karakteristik utama calon mitra yang dikehendaki Pertamina, yaitu memiliki rekam jejak yang kuat pada industri pengolahan minyak utamanya keandalan operasional dan eksekusi proyek, dapat menyesuaikan dengan struktur dan model bisnis yang dikehendaki Pertamina, memiliki keinginan kuat untuk percepatan proyek dan menyelesaikannya pada 2023, dan memberikan nilai menarik bagi proyek GRR Bontang.

Pertamina sebenarnya menargetkan untuk memperoleh mitra strategis tersebut pada 28 April 2017. Tapi ternyata sampai sekarang seleksi belum usai.

Menurut laporan terakhir, saat ini sudah ada 2 kuat pendamping Pertamina di Kilang Bontang. Calon kuat adalah perusahaan asal Kuwait dan China.

"Bontang kan sudah financial expose. Yang leading ada 2, satu dari Kuwait dan satu lagi dari China," kata Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar saat ditemui di Kementerian ESDM, Selasa (9/5/2017) malam.

Investor asal India juga tertarik untuk membangun kilang di Indonesia. Jika masih bisa ikut seleksi calon mitra Pertamina untuk GRR Bontang, mereka dipersilakan masuk.

"Kalau masih terbuka, (investor India) mau masuk silakan saja. Tapi ikuti prosesnya," tukas Arcandra.

Segera setelah mitra strategis terpilih, Pertamina bersama mitra strategis akan memulai proses Bankable Feasibility Study (BFS) yang ditargetkan selesai pada awal tahun 2018 sekaligus menuntaskan pembentukan konsorsium dan akan ditetapkan Preliminary-Investment Decision 1 yang menggambarkan perkiraan awal investasi proyek GRR Bontang.

GRR Bontang ditargetkan mampu mengolah minyak mentah sekitar 300 ribu barel per hari (bph). Pelaksanaan pembangunan kilang baru di Bontang ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Menteri ESDM No. 7935 K/10/MEM/2016 tanggal 9 Desember 2016 yang menugaskan Pertamina untuk membangun dan mengoperasikan kilang minyak di Bontang, Kalimantan Timur.

GRR Bontang diharapkan bisa mendukung Nawacita Presiden RI Joko Widodo untuk meningkatkan kemandirian energi dengan mengurangi impor BBM. Pada tahap awal, Pertamina akan masuk dengan minimal kepemilikan sekitar 5% hingga 25% dan selanjutnya mempunyai hak atau pilihan untuk meningkatkan kepemilikan dalam periode yang akan disepakati kemudian.

Mitra strategis diharapkan berperan dalam pengadaan crude dan menyiapkan pendanaan. Mitra juga memiliki kemampuan dalam memasarkan produk yang tidak terserap di pasar dalam negeri ke pasar luar negeri, seperti Australia, Papua Nugini, Selandia Baru dan Filipina.

Sebagai BUMN, Pertamina berharap agar kemitraan yang nantinya terbentuk, dalam pengambilan keputusan tetap memperhatikan aspek GCG yang kuat. Selain itu juga mengedepankan Indonesia content, sambil tetap menjaga kelangsungan usaha.

Sampai saat ini Pertamina sudah mempunyai pengalaman positif dalam bermitra dengan mitra-mitra Internasional. SK Energy, Korea Selatan bermitra dengan Pertamina untuk proyek Lube Base Grup III (pelumas sintetis) sejak tahun 2007 di kilang RU II Dumai, Rosneft Oil Company untuk GRR Tuban dan Saudi Aramco untuk RDMP (Refinery Development Master Plan) Cilacap. (mca/mkj)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed