Adanya listrik di malam hari membuat anak-anak bisa belajar sehingga bisa bersaing di masa depan. Listrik juga berkontribusi besar dalam peningkatan ekonomi.
Untuk itu, PLN berusaha melakukan percepatan dalam pembangunan listrik desa dan puskesmas daerah terpencil. Sepanjang 2016, PLN berhasil melistriki 92 desa di Papua-Papua Barat serta 34 desa di Maluku-Maluku Utara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hingga 3 tahun ke depan, PLN berencana melistriki 1.273 desa Papua-Papua Barat dan 535 desa Maluku-Maluku Utara. Jumlah ini meningkat 500% jika dibandingkan 2012-2016," ujar Direktur Perencanaan PLN, Nicke Widyawati, dalam diskusi di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (15/5/2017).
Tahun ini, pembangunan listrik 365 desa di Papua-Papua Barat membutuhkan biaya investasi Rp 1.816 miliar. Sementara untuk 197 desa di Maluku-Maluku Utara butuh anggaran Rp 721 miliar.
"Dengan penggolongan desa yang telah masuk Sistem Grid dan desa isolated, adapun pembangkit listrik yang akan dibangun, yakni PLTD isolated, PLTMH isolated, PLTS hybrid, dan PLTS off grid," papar Nicke.
Ia menambahkan, tantangan terbesar dalam melistriki desa terutama untuk Maluku-Papua adalah keterbatasan ketersediaan dan akurasi data, kondisi geografis medan, dan keterbatasan sarana transportasi.
"Kami harus membawa material ke gunung dan pulau kecil, mendirikan tiang di pulau karang, nah kondisi-kondisi seperti ini yang kerap kami jumpai, belum lagi cuaca ekstrem yang sering terjadi juga menjadi tantangan tersendiri dalam melistriki desa," ujarnya.
Untuk mencapai target 1.808 desa berlistrik di Wilayah Maluku-Papua pada 2019, PLN berharap kerja sama dan bantuan warga untuk berpartisipasi terutama untuk masalah lahan di lintasan jaringan. (mca/wdl)











































