Kalong Jadi Penyebab Aliran Listrik Pulau Bawean Padam

Kalong Jadi Penyebab Aliran Listrik Pulau Bawean Padam

Rois Jajeli - detikFinance
Rabu, 17 Mei 2017 08:02 WIB
Kalong Jadi Penyebab Aliran Listrik Pulau Bawean Padam
Foto: Rois Jajeli
Bawean - Pulau Bawean mendapatkan pasokan listrik dari pembangkit listrik tenaga mesin gas (PLTMG) serta tenaga diesel (PLTD) yang surplus. Namun, listrik di pulau ini masih suka padam, akibat serangan kalong atau kelelawar.

"Gangguan listrik padam ini yang terbesar adalah dari binatang Kalong," kata Bustani Hadi Wijaya, Asisten Manager Jaringan PLN Area Gresik, saat menerima kunjungan media di kantor Jaringan PLN Area Gresik, Selasa (16/5/2017).

Bustani yang mendampingi Deputi Manager Komunikasi dan Bina Lingkungan PLN Distribusi Jawa Timur Pinto Raharjo, Deputy Manager Public Relation PLN Sampurno Marnoto, dan perwakilan dari PT Pembangkitan Jawa-Bali (PT PJB), menerangkan pada tahun lalu ada 99 gangguan kalong. Sedangkan tahun ini hingga April, tercatat 21 gangguan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kalong Jadi Penyebab Aliran Listrik Pulau Bawean PadamFoto: Rois Jajeli


"Kalong ini datang setiap mulai bulan September sampai Januari, atau setiap musim mangga. Kalong ini cukup besar, jika sayapnya dibentangkan bisa sampai 2 meter," tuturnya sambil menambahkan. Selain kalong, gangguan terjadinya listrik padam juga disebabkan pepohonan, layang-layang, dan konstruksi roboh.

Untuk mengurangi gangguan listrik padam di Pulau Bawean, pihaknya telah melakukan perbaikan jaringan, hingga memberikan pelindung pada kabel terbuka.

Kalong lebih suka mendekati tiang listrik. Karena itu PLN akan mengisolasi kabel yang terbuka. Targetnya, kabel sepanjang 40 kilometer yang mengelilingi Bawean akan terpasang isolasi.

"Sekarang sudah hampir semua. Kami targetkan sampai akhir 2017 ini sudah terisolasi. Makanya gangguan menurun," jelasnya.

Kalong Jadi Penyebab Aliran Listrik Pulau Bawean PadamFoto: Rois Jajeli


Pulau Bawean terletak sekitar 146 kilometer (km) dari Pelabuhan Gresik. Jumlah pelanggan di daerah yang dikenal dengan sebutan Pulau Putri itu memiliki 17.843 pelanggan. Ada 86 unit gardu listrik dengan daya tersambung 12.696 KVA. Sedangkan beban puncak 4.8 MW.

Aliran listrik di Pulau Bawean yang memiliki luas wilayah 197,42 kilometer persegi itu, dipasok dari Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG PJB) dengan kapasitas produksi 3 MW. Lalu Pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) sewa dari Gading dan Purnama dengan kapasitas 3 MW, serta PLTD dari PLN dengan kapasitas 1 MW. (roi/wdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads