Di era pemerintahan sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selalu hadi dan membuka Konvensi IPA. Tapi di era pemerintahan sekarang, sudah tiga tahun terakhir acara ini tak pernah dibuka presiden.
Sudah 3 kali Presiden Joko Widodo (Jokowi) diundang, 3 kali pula Jokowi absen. Teranyar, pagi ini Jokowi diwakili oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan. Alasannya, Jokowi harus menerima tamu negara di Istana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya pada 2015 dan 2016, Konvensi IPA juga tak dibuka Jokowi. Tahun lalu misalnya, Menko Perekonomian Darmin Nasution yang datang mewakili Jokowi.
Entah ada kaitannya atau tidak, sekarang sektor migas memang bukan lagi penyumbang terbesar penerimaan negara. Dibanding era SBY ketika harga minyak sedang membumbung tinggi sampai kisaran US$ 100/barel, penerimaan negara dari migas pernah menembus Rp 300 triliun.
Sekarang harga minyak sudah turun lebih dari 50%, sumbangan sektor migas ke penerimaan negara kurang lebih tinggal Rp 100 triliun saja. Sejak harga minyak anjlok itulah Konvensi IPA tak pernah lagi dihadiri Presiden RI. (mca/ang)











































