Follow detikFinance
Rabu 17 May 2017, 17:33 WIB

Pertamina Hanya Bisa Jual 30% Hak Kelola Blok Mahakam

Michael Agustinus - detikFinance
Pertamina Hanya Bisa Jual 30% Hak Kelola Blok Mahakam Foto: Istimewa
Jakarta - Total E&P Indonesie, operator Blok Mahakam yang kontraknya akan berakhir pada 31 Desember 2017, berminat tetap ikut mengelola ladang gas terbesar di Indonesia itu pasca kontraknya berakhir.

Saat ini Blok Mahakam sedang dalam masa transisi pengelolaan dari Total sebagai operator eksisting ke operator baru, PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM).

Baru-baru ini, perusahaan minyak raksasa asal Perancis itu mengirim surat ke Kementerian ESDM untuk penjajakan mendapatkan hak kelola lagi di Mahakam. Total mengincar 39% Participating Interest (PI/hak kelola) Blok Mahakam pasca 2017.

Tetapi berdasarkan aturan yang dikeluarkan ketika Sudirman Said masih menjabat sebagai Menteri ESDM, Pertamina hanya bisa menjual paling banyak 30% hak kelola Blok Mahakam.

"Kalau dari Pertamina, Pertamina masih mengacu pada surat dari Menteri ESDM yang mengizinkan kita untuk melepas PI 30%," kata Direktur Hulu Pertamina, Syamsu Alam, saat ditemui di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (17/5/2017).

Kementerian ESDM harus mengubah aturan itu dulu kalau ingin Total memiliki 39% hak kelola Mahakam. "Apakah nanti aturan baru, kita lihat nanti. Kita siap berdiskusi," ucap Alam.

Sampai sekarang belum ada pembicaraan langsung antara Total dan Pertamina terkait hal ini. Sekarang Pertamina masih berkonsentrasi untuk menjaga agar produksi migas Blok Mahakam tak anjlok setelah diambil alih.

"Kita belum bicara masalah share down, valuasi. Kita masih fokus untuk masa transisi dulu," tukasnya.

Pertamina Ngebor 14 Sumur di Blok Mahakam

Sebagai upaya menjaga agar produksi tak merosot pasca 2018, tahun ini Pertamina sudah mulai berinvestasi di Blok Mahakam. Direncanakan pada Juni 2017 Pertamina memulai pengeboran 14 sumur baru.

"Kita akhirnya drilling 14 sumur. Bulan Juni sudah mulai. Sekarang lagi site preparation dan segala macam," kata Alam.

Diharapkan sumur-sumur baru ini setidaknya bisa menahan decline (penurunan produksi) Blok Mahakam. "14 sumur itu bisa menambah berapa kita belum tahu, kan baru mau dibor," tutupnya. (mca/wdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed