Follow detikFinance
Rabu 17 May 2017, 21:08 WIB

404 Ribu Rumah di Jatim Dapat Pasokan Listrik dari 13 PLTA

Rois Jajeli - detikFinance
404 Ribu Rumah di Jatim Dapat Pasokan Listrik dari 13 PLTA Foto: Rois Jajeli/detikcom
Surabaya - Pembangkit listrik tenaga air (PLTA) menyebar di berbagai daerah di Jawa Timur (Jatim). Kapasitas mesin pembangkit mulai dari 0,90 megawatt (MW) hingga 35 MW dan bisa mengaliri listrik ke 404 ribu rumah tangga.

"Ada 13 PLTA yang operasionalnnya dibawah Unit Pembangkitan (UP) Brantas," kata General Manager UP Brantas-Pembangkitan Jawa Bali (PJB) Moh. Heryono di PLTA Sutami, Karangkates, Malang, Rabu (17/5/2017).

13 PLTA tersebut yakni, Sengguruh, Sutami, Wlingi, Lodoyo, Tulungagung, Wonorejo, Selorejo, Mendalan, Siman, Giringan, Golang, Ngebel, Ampelgading.

Di PLTA Sengguruh terdapat 2 unit pembangkit (turbin) yang masing-masing memiliki kapasitas 14,50 MW. PLTA Sutami 3 turbin masing-masing kapasitasnya 35 MW. Wlingi memiliki 2 unit masing-masing 27 MW.

PLTA Lodoyo hanya 1 unit dengan kapasitas 4,50 MW. Tulungagung 2 unit masing-masing kapasitasnya 18 MW. PLTA Wonorejo dengan 1 unit berkapasitas 6,20 MW.

PLTA Mendalan memiliki 4 unit. Unit I kapasitasnya 5,60 MW. Unit II dan III masing-masing kapasitasnya 5,80 MW. Sedangkan Unit IV kapasitasnya 6,80 MW.

PLTA Siman memiliki 3 unit masing-masing kapasitasnya 3.60 MW. PLTA Giringan memiliki 3 unit. Untuk Unit I dan II masing-masing kapasitasnya 0.90 MW dan unit III 1,40 MW.

PLTA Golang ada 3 unit dengan kapasitas masing-masing 0,90 MW. PLTA Ngebel hanya 1 unit, kapasitasnya 2.20 MW. Serta PLTA Ampelgading dengan 2 unit turbin yang masing-masing kapasitasnya 5,30 MW.

"13 PLTA ini tersebar di sepanjang tiga aliran sungai, Sungai Kali Konto, Brantas, Kali Catur dan Telaga Ngebel," tutur Heryono sambil menambahkan, total daya 291 MW dan mampu memproduksi energi listrik rata-rata 1.200 Gwh (Gigawatt hour) per tahun.

Heryono mengatakan, kehadiran PLTA ini juga berdampak positif bagi masyarakat di sekitar UP Brantas seperti, menghasilkan listrik, meningkatkan keandalan penyediaan air waduk untuk air minum dan irigasi, memacu perkembangan industri, mendorong kegiatan ekonomi di sekitar unit pembangkitan, mengembangkan usaha perikanan, pertanian, dan perkebunan, pengendalian banjir, pariwisata hingga menyediakan lapangan kerja baru.

"Seperti Brantas, ini juga menjadi sumber air bersih untuk masyarakat Surabaya," tuturnya.

Muhaimin, Manager Engineering UP Brantas menambahkan, dilihat dari persentasi sumbangsih kebutuhan listrik di area Jawa-Bali memang kecil yakni 1,2 persen dari total kebutuhan listrik 24.000 MW.

Namun, kehadiran PLTA ini sangat bermanfaat untuk pengguna masyarakat yakni 404.167 rumah tangga.

"Meskipun persentasenya kecil, tapi sangat bermanfaat untuk masyarakat khususnya di Jawa Timur bagian selatan," kata Muhaimin.

Muhaimin menambahkan, jika seluruh pembangkit di Jatim seperti PLTU Paiton, PLTGU Gresik maupun pembangkit lain di Kediri, Ngimbang, Grati, Krian. PLTA Sutami sangat membantu untuk menggerakan (menyalakan) kembali.

"Kita rutin melakukan uji coba, baik uji kering maupun basah. Jadi, jika ada sesuatu seperti padam semua, maka kita sudah terbiasa menghadapinya," tutur Muhaimin. (roi/hns)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed