Follow detikFinance
Kamis 18 May 2017, 10:31 WIB

Anak Usaha PGN Ini Mengebor Gas Sampai ke Papua dan Texas

Michael Agustinus - detikFinance
Anak Usaha PGN Ini Mengebor Gas Sampai ke Papua dan Texas Ilustrasi Foto: Dok. PGN
Jakarta - PT Saka Energi Indonesia, anak usaha PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), berburu gas bumi sampai ke Laut Arafura di Papua. Sejak 2015, Saka telah menjadi operator di Blok Wokam II.

Hak kelola (Participating Interest/PI) Blok Wokam II sebelumnya dipegang oleh Murphy Oil. Saka Energi membeli 100% hak kelola ladang migas seluas 988,57 km2 ini dari Murphy Oil 2 tahun lalu dan melanjutkan eksplorasi untuk mencari cadangan migas di sana.

Pengeboran sumur eksplorasi ditargetkan mulai dilakukan tahun 2018. Saat ini Saka Energi melakukan studi untuk persiapan.

"Ini dulu bekas punyanya Murphy Oil, kita ambil. Ini datanya sudah lengkap, ada 3D seismiknya. Kita lagi studi, mudah-mudahan tahun ini selesai, tahun depan kita bor," kata Direktur Utama PT Saka Energi Indonesia, Tumbur Parlindungan, saat ditemui di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (18/5/2017).

Saka Energi menyiapkan biaya investasi US$ 10 juta untuk pengeboran 1 sumur eksplorasi. Jika berhasil menemukan cadangan migas, Blok Wokam II akan mulai berproduksi sekitar 10 tahun lagi.

"Kira-kira 10 tahun lagi produksi bila kita berhasil menemukan cadangan. Biaya pengeborannya untuk 1 kali ngebor, kita bisa di bawah US$ 10 juta. Makanya kita bisa ngebor banyak, kita ngebornya murah," ucapnya.

Saka Energi juga memiliki hak kelola di sejumlah blok migas lain di dalam negeri, seperti Blok Bangkanai (30%), West Bangkanai (30%), Sanga Sanga (26,25%), Muara Bakau (11,66%), Ketapang (20%), Pangkah (100%), Muriah (20%), Southeast Sumatera (8,91%), South Sesulu (100%).

Tapi tak hanya di dalam negeri saja, Saka Energi juga mencari gas sampai ke lepas pantai Texas, Amerika Serikat. Di sana, Saka memegang 36% hak kelola Blok Fasken sejak 2014.

Fasken memiliki kandungan shale gas hingga sekitar 1 triliun cubic feet gas (TCF). Infrastruktur pipa gas yang mendukung lapangan ini memiliki kapasitas hingga 250 mmscfd dan dapat melalui LNG plant (Kilang LNG) yang ada di Texas.

Dalam pengembangan Blok Fasken, Saka Energi membentuk Joint Venture (JV) bersama Swift Energy sejak bulan Juli 2014. Komposisi kepemilikan sahamnya adalah, Saka Energi sebesar 36% dan Swift Energy 64%. JV ini akan beroperasi sampai akhir produksi shale gas dari blok tersebut.

Menurut laporan Wood Mackenzie, produksi shale gas di Fasken adalah salah satu yang paling sukses dan efisien. "Secara rock, Fasken bagus. Waktu itu juga ada potensi untuk masuk. Ternyata sukses. Berdasarkan laporan Wood Mackenzie, produksi gas salah satu yang paling murah di Fasken," ujar Tumbur.

Produksi shale gas di Blok Fasken saat ini mencapai 200 MMSCFD, jumlah ini meningkat enam kali lipat dibandingkan produksi Juli 2014 yang sebesar 30 MMSCFD.

"Sekarang produksi gas di Fasken 200 MMSCFD," pungkasnya. (mca/ang)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed