Follow detikFinance
Kamis 18 May 2017, 19:46 WIB

ESDM Kaji Insentif untuk Pengeboran Minyak Laut Dalam

Michael Agustinus - detikFinance
ESDM Kaji Insentif untuk Pengeboran Minyak Laut Dalam Foto: Dok. Reuters
Jakarta - Sebagai upaya untuk membuat iklim investasi di sektor hulu migas nasional lebih menarik, pemerintah menyiapkan insentif untuk pengeboran minyak di laut dengan kedalaman lebih dari 1.500 meter (ultra deep water).

"Untuk ultra deep water, sedang kita kaji apakah butuhnya Permen, Perpres, atau gross split ini sudah cukup. Gross split ini kan memberikan (tambahan split/bagi hasil untuk ultra deep water) 16%. Makanya kita butuh kalkulasi kuantitatif," kata Dirjen Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), IGN Wiratmaja Puja, dalam sela-sela acara IPA Convex 2017 di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (18/5/2017).

Beberapa kontraktor migas seperti Eni, Shell, Chevron telah diminta membuat kalkulasi insentif-insentif yang dibutuhkan.

"Sekarang kita sudah minta bantuan Eni, Shell, Chevron yang punya pengalaman laut dalam. Dalam 2 minggu ini mereka akan mempresentasikan," tukasnya.

Bentuk insentif yang akan diberikan bisa berupa tambahan split (bagi hasil), investment credit, pengurangan pajak, dan sebagainya.

"Itu (bentuk insentifnya) yang sedang kita kaji, apakah split sudah cukup atau insentif lain yang dibutuhkan. Subsurface kita itu kompleks sekali, beda dengan Qatar, Mesir," tutur Wirat.

Ia menambahkan, ada cukup banyak potensi migas Indonesia yang berada di kedalaman lebih dari 1.500 meter. Tapi sekarang belum tersentuh karena kurang menarik buat investor.

"Ada yang lagi dieksplorasi sama Shell di antara Maluku dan Papua. Masih eksplorasi," ujarnya.

Negara-negara lain sudah banyak yang memberikan insentif khusus untuk ultra deep water. Misalnya India yang memberikan split sampai 100% di 7 tahun pertama dan selanjutnya 95% untuk kontraktor yang menggarap wilayah kerja migas ultra deep water.

"Kalau India, dia cuma ambil split 5% dan 7 tahun pertama pemerintahnya tidak mengambil apa-apa. Jadi 7 tahun pertama semuanya untuk kontraktor, menarik sekali, semua orang pada datang," tutup Wirat. (mca/hns)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed