Tembus Hutan, PLN Melistriki Pedalaman Papua

Tembus Hutan, PLN Melistriki Pedalaman Papua

Hans Henricus BS Aron - detikFinance
Kamis, 25 Mei 2017 17:47 WIB
Tembus Hutan, PLN Melistriki Pedalaman Papua
Foto: Dok. PLN
Jayapura - Melistriki Papua hingga ke wilayah pedalaman terus berlangsung. Targetnya 2.500 desa dan 9 ibu kota kabupaten di Papua dan Papua Barat bisa menikmati listrik 24 jam penuh.

Upaya ini merupakan program PLN, khususnya wilayah Papua dan Papua Barat, untuk mewujudkan Papua Terang di 2019. Sebanyak 92 desa sudah terlistriki di 2016, yaitu 70 desa di Provinsi Papua Barat dan 22 desa di Provinsi Papua.

Tembus Hutan, PLN Melistriki Pedalaman PapuaFoto: Dok. PLN

Tahun ini target PLN melistriki 365 desa, yaitu 231 desa di Papua dan 134 desa di Papua Barat. Selain itu, menambah pasokan listrik di 8 ibu kota kabupaten yang tersebar di Papua dan Papua Barat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

PLN juga telah meresmikan 1 ibu kota kabupaten dan 4 desa yang akhirnya terlistriki di mana sebelumnya gelap gulita.

"Kebanggaan tersendiri bagi kami apabila daerah-daerah yang ada di Papua dan Papua Barat ini dapat teraliri listri dari PLN. Terdapat tantangan-tantangan yang harus kami lewati untuk menerangi suatu daerah di Papua salah satunya jarak dan sarana yang ada," ujar Direktur Bisnis Regional Maluku-Papua PLN, Haryanto WS, dalam keterangan tertulis, Kamis (25/5/2017).

Tembus Hutan, PLN Melistriki Pedalaman PapuaFoto: Dok. PLN

Salah satu kota kabupaten yang telah berhasil dilistriki adalah Fef, Ibu kota Kabupaten Tambrauw. Ini merupakan ibu kota kabupaten dengan akses dan kondisi geografis yang tidak mudah untuk dilalui.

Kondisi geografis menjadi kendala utama yang dihadapi PLN dalam melistriki desa-desa di seluruh Papua dan Papua Barat. Ini dirasakan oleh PLN dalam menerangi Bumi Cenderawasih ini.

"Meskipun terdapat kendala dalam melistriki daerah-daerah di Papua di mana salah satunya mobilisasi material, namun kami terus berupaya agar masyarakat-masyarakat di pedalaman dapat menikmati listrik seperti di daerah-daerah lainnya yang sudah menikmati listrik terlebih dulu," lanjut Haryanto.

Kondisi geografis Papua menjadi tantangan bagi PLN memobilisasi material dalam melistriki Papua. Sehingga, melistriki suatu daerah di Papua bisa memakai waktu lebih lama dari target yang ditentukan.

Tembus Hutan, PLN Melistriki Pedalaman PapuaFoto: Dok. PLN

Meski begitu, PLN tetap bisa menjalankan tugasnya melistriki hingga ke wilayah pedalaman Papua dengan bantuan seluruh lapisan masyarakat Dan stakeholder di Papua dan Papua Barat.

"Kami juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat dan pemerintah setempat dalam yang terus mendukung program Papua Terang sehingga dapat terealisasi dengan cepat. Kami juga akan terus berjuang agar seluruh masyarakat di Papua dan Papua Barat bisa merasakan cahaya lampu di malam hari secara merata," pungkas Haryanto. (mca/mca)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads